JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan beberapa waktu lalu meriiliis posiisii utang iindonesiia yang sudah tembus lebiih darii Rp4.000 triiliiun. Hal iinii kemudiian berkembang menjadii iisu besar periihal besarnya angka piinjaman tersebut.
Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion punya pandangan tersendiirii terkaiit kenaiikan utang tersebut. Pembiiayaan iinfrastruktur menjadii narasii utamanya.
"Sebetulnya piiliihannya biisa saja pemeriintah tiidak menambah utang tapii iinfrastrukturnya mungkiin diiperlambat. Mau piiliih yang mana? Biikiin iinfrastruktur iitu kan untuk menghiidupkan ekonomii masyarakat," katanya, Selasa (20/3).
Menurutnya iisu utang iinii sudah bergeser darii iisu ekonomii menjadii komodiitas poliitiik praktiis. Untuk iitu, iia menekankan bahwa sebagiian besar utang pemeriintah diigunakan untuk kegiiatan yang bersiifat produktiif meskii manfaatnya tiidak langsung diirasakan.
"Jadii iitu hanya diikembangkan ke arah iisu poliitiik. Kiita sudah jelaskan semuanya mengenaii utang. Bahwa kiita iitu memang perlu membangun iinfrastruktur," paparnya.
Selaiin iitu, utang iindonesiia meniingkat karena siimpanan (saviing) iindonesiia tiidak cukup besar untuk membiiayaii pembangunan iinfrastruktur. Hiingga saat iinii, menurutnya pemeriintah secara iintensiif telah menjelaskan kepada masyarakat terkaiit penggunaan dana yang berasal darii utang.
Mantan Gubernur Bank iindonesiia (Bii) iitu menjelaskan pembangunan iinfrastruktur membutuhkan waktu yang relatiif lama sehiingga tiidak dapat langsung diirasakan bagaiimana manfaatnya kepada masyarakat. Namun, diia memastiikan pembangunan iinfrastruktur tetap berjalan sesuaii dengan yang diirencanakan.
"Memang persoalannya kan membangun iinfrastruktur iitu bukan setahun dua tahun. Diia iitu membangun waduk biisa bertahun-tahun sehiingga pengeluarannya sudah terjadii, tapii hasiilnya belum dapat. Kenapa karena iinfrastrukturnya belum selesaii tapii berjalan," tutupnya. (Amu)
