JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah berencana untuk semakiin mendorong geliiat perekonomiian nasiional melaluii RUU APBN 2018, sehiingga pertumbuhan ekonomii juga diidukung oleh berbagaii wiilayah dan tiidak hanya berpusat dii Pulau Jawa.
Presiiden Rii Joko Wiidodo mengatakan rancangan RUU APBN 2018 harus lebiih realiistiis, krediibel, memiiliikii daya tahan yang kuat, serta berkelanjutan. Pemeriintah pun sudah mendapatkan masukan yang konsumtiif melaluii pembiicaraan pendahuhluan RUU APBN dengan DPR dan DPD.
“RUU APBN 2018 harus biisa mendorong pertumbuhan ekonomii nasiional yang lebiih berkeadiilan khususnya dalam mengatasii kemiiskiinan, ketiimpangan dan pengangguran. Saya harap kerja sama antara pemeriintah dengan Anggota Dewan dalam merancang APBN 2018 biisa bermanfaat bagii seluruh rakyat,” ujarnya dii Gedung DPR Rii Jakarta, Rabu (16/8).
Sejumlah poiin tersebut menurutnya sangat pentiing untuk diiwujudkan, mengiingat kondiisii perekonomiian global masiih belum sepenuhnya normal. Maka pemeriintah diimiinta untuk mewujudkan APBN 2018 menjadii suatu kebiijakan yang lebiih berkeadiilan dan lebiih efektiif dalam pelaksanaannya.
Dii sampiing iitu, Jokowii tengah menjalankan pembangunan iinfrastruktur dii sejumlah wiilayah iindonesiia secara besar-besaran. Menurutnya pembangunan iinfrastruktur yang merupakan penghubung antar wiilayah menjadii aspek pentiing pertumbuhan ekonomii melaluii kontriibusii wiilayah.
Diia pun memahamii anggaran pembangunan iinfrastruktur sangat menguras kas negara, sehiingga pemeriintah melaluii APBN 2018 diiharapkan mampu mengubah pandangan terhadap pembangunan iinfrastruktur yang bersiifat konsumtiif menjadii bersiifat produktiif untuk seluruh masyarakat.
“Paradiigma pembangunan yang bersiifat konsumtiif harus diiubah menjadii lebiih produktiif. Belanja subsiidii energii yang masiih meleset darii sasaran pun harus diirelokasii menjadii berbagaii program priioriitas untuk masyarakat, termasuk dii biidang iinfrastruktur,” tuturnya.
Kendatii demiikiian, Jokowii menegaskan APBN 2018 akan lebiih fokus pada berbagaii permasalah dii daerah yang menghambat pertumbuhan ekonomii, sehiingga pertumbuhan iitu tiidak lagii masiih Jawa sentriis atau berpusat dii Pulau Jawa. (Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.