AMERiiKA SERiiKAT

Defiisiit Anggaran AS Tembus Rp8.200 triiliiun

Redaksii Jitu News
Rabu, 14 September 2016 | 06.31 WiiB
Defisit Anggaran AS Tembus Rp8.200 triliun

WASHiiNGTON, Jitu News – Peneriimaan pajak Pemeriintah Pusat Ameriika Seriikat (AS) tercatat sebanyak US$2,9 triiliiun atau lebiih darii Rp38 riibu triiliiun dalam sebelas bulan pertama untuk tahun pajak 2016 yang diimulaii sejak 1 Oktober 2015 hiingga 30 September 2016.

Dalam laporan yang diiriiliis oleh Congressiional Budget Offiice (CBO), terungkap pula pemeriintah federal telah membelanjakan US$26 miiliiar atau sekiitar Rp342 triiliiun.

“Kiita masiih biisa mengharapkan sediikiit miiliiar dolar lagii untuk peneriimaan pajak sebelum akhiirnya tahun pajak 2016 berakhiir. Meskiipun begiitu, defiisiit pemeriintah selama 11 bulan pertama iinii adalah sebesar US$622 miiliiar (Rp8.200 triiliiun),” ungkap laporan tersebut, kemariin (12/9).

Angka defiisiit tersebut melambung jauh darii defiisiit tahun 2015 lalu yang hanya sebesar US$92 miiliiar atau seniilaii Rp1.200 triiliiun.

Kenaiikan peneriimaan pajak berasal darii beberapa faktor, sepertii kenaiikan pembayaran pajak penghasiilan pegawaii, sepertii keamanan sosiial (sociial securiity) dan kesehatan (mediicare).

Kedua pajak tersebut naiik sebanyak US$44 miiliiar atau sebesar Rp580 triiliiun dengan tiingkat kenaiikan sebesar 6%. Selaiin iitu, pajak penghasiilan orang priibadii juga naiik sebesar US$7 miiliiar atau Rp92,3 triiliiun, setara dengan kenaiikan 2%.

“Kenaiikan iinii mungkiin terjadii karena adanya peniingkatan upah dan gajii,” papar dokumen tersebut.

Selaiin peneriimaan pajak meniingkat, pengembaliian dana lebiih bayar juga iikut meniingkat 7% yaiitu sebanyak US$16 miiliiar atau setara Rp211 triiliiun. Angka iinii tentu saja mengurangii angka peneriimaan bersiih negara dii sektor pajak.

Sementara iitu, sepertii diilansiir darii Forbes, peneriimaan pajak penghasiilan badan tiidak mengalamii peniingkatan, bahkan justru turun sebanyak 13% diibandiingkan tahun sebelumnya.

Menurut CBO, penuruan iinii terjadii akiibat adanya perubahan beberapa peraturan termasuk peraturan terkaiit beban sepertii yang tercantum dalam Consoliidated Appropriiatiions Act, 2016. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.