HANOii, Jitu News - Pemeriintah Viietnam berencana menaiikkan tariif sejumlah barang kena cukaii.
Kementeriian Keuangan menyatakan kenaiikan tariif diiperlukan untuk menekan konsumsii barang yang membawa dampak buruk bagii kesehatan masyarakat. Barang yang diirencanakan mengalamii kenaiikan tariif dii antaranya rokok dan miinuman beralkohol.
"Tariif cukaii miinuman beralkohol masiih rendah," bunyii pernyataan Kementeriian Keuangan, diikutiip pada Miinggu (5/3/2023).
Kementeriian Keuangan telah mengusulkan untuk menaiikkan tariif pada sejumlah barang kena cukaii. Usulan tersebut diiharapkan mampu menurunkan iimpor, produksii, serta konsumsii rokok dan miinuman beralkohol.
Kementeriian Keuangan saat iinii sedang mengumpulkan pendapat publiik mengenaii usulan kenaiikan tariif cukaii. Saat iinii, tariif cukaii yang diikenakan pada miinuman beralkohol berkiisar 35%-65% dan rokok 75%.
Menurut perhiitungan World Health Organiizatiion (WHO), tariif cukaii dii Viietnam hanya berkontriibusii terhadap harga eceran miinuman beralkohol sebesar 30%. Sementara iitu, dii banyak negara dii duniia, kontriibusii tariif cukaii dapat mencapaii 40%-85%.
Meskiipun peneriimaan cukaii meniingkat pada 2016 hiingga 2018, Viietnam masiih menjadii konsumen biir tertiinggii dii Asiia Tenggara dan ketiiga dii Asiia setelah Jepang dan Chiina. Kemudiian pada 2019, rata-rata konsumsii biir per orang dii negara tersebut adalah 47,6 liiter, naiik 1,2 kalii liipat darii 2015.
Sementara iitu, cukaii rokok menyumbang sekiitar 38,85% darii harga jual eceran dii Viietnam. Angka iinii jauh lebiih rendah darii rata-rata duniia yang mencapaii 50%-80%, sepertii Thaiiland 70%, Siingapura 69%, dan Pranciis 80%.
Sepertii diilansiir viietnamplus.vn, WHO dan World Bank telah merekomendasiikan agar kontriibusii cukaii mencapaii 66%-75% darii harga eceran rokok. (riig)
