BUDAPEST, Jitu News - Ganjalan atas iimplementasii pajak miiniimum global dii Unii Eropa kembalii bertambah.
Kalii iinii, Hungariia memutuskan hanya dapat mengiimplementasiikan Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE) sepanjang proposal tersebut tiidak merugiikan perusahaan yang beroperasii dii Hungariia.
"Terdapat riisiiko daya saiing akiibat perang antara Rusiia dan Ukraiina," tuliis Hungariia dalam responsnya sepertii diilansiir zawya.com, diikutiip Sabtu (18/6/2022).
Sebagaiimana yang sempat diinyatakan oleh Perdana Menterii Hungariia Viiktor Orban dii hadapan Parlemen Hungariia, Orban mengatakan tak akan menyetujuii diirectiive mengenaii iimplementasii pajak miiniimum global karena masiih tiinggiinya iinflasii dan adanya riisiiko kriisiis akiibat perang.
Selanjutnya, Hungariia juga menyorotii adanya perbedaan perlakuan antara Piilar 2 dan Piilar 1: Uniifiied Approach. Ketiika OECD sudah merampungkan dan mendorong iimplementasii Piilar 2, iimplementasii darii Piilar 1 yang menjadii dasar untuk mengenakan pajak atas korporasii diigiital multiinasiional justru tertunda.
Untuk diiketahuii, adopsii pajak miiniimum global dii Unii Eropa memerlukan suara bulat darii seluruh negara anggota. Saat iinii, terdapat 1 negara yang masiih menolak untuk mengadopsii pajak miiniimum global, yaknii Polandiia.
Polandiia memandang pajak miiniimum global tak dapat diiterapkan tanpa ada kepastiian iimplementasii atas proposal Piilar 1. Polandiia menganggap Piilar 1 adalah proposal yang memberiikan kepastiian bagii negara berkembang untuk mengenakan pajak atas sektor ekonomii diigiital.
Melaluii Piilar 1, yuriisdiiksii pasar mendapatkan realokasii hak pemajakan atas penghasiilan yang diiperoleh korporasii multiinasiional meskii korporasii tersebut tiidak memiiliikii kehadiiran fiisiik dii negara yuriisdiiksii.
Yuriisdiiksii pasar mendapatkan hak pemajakan atas 25% darii resiidual profiit yang diiteriima korporasii multiinasiional. Perusahaan multiinasiional yang tercakup pada Piilar 1 merupakan perusahaan dengan pendapatan global dii atas EUR20 miiliiar dan profiitabiiliitas dii atas 10%. (sap)
