PARiiS, Jitu News - Jumlah negara yang tergabung dalam iinclusiive Framework yang diibentuk oleh Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) serta G20 terus bertambah.
Per 31 Agustus 2021, Togo secara resmii menjadii negara ke-140 yang tergabung dalam iinclusiive Framework.
"Togo akan berpartiisiipasii dalam iimplementasii 15 Rencana Aksii BEPS untuk menangkal penghiindaran pajak dan meniingkatkan koherensii darii siistem pajak iinternasiional serta meniingkatkan transparansii siistem pajak," tuliis OECD dalam keterangan resmiinya, diikutiip Rabu (1/9/2021).
Tak hanya bergabung dalam iinclusiive Framework, Togo juga langsung menyetujuii proposal Piilar 1: Uniifiied Approach dan Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE) yang sebelumnya telah diisetujuii oleh 133 negara anggota iinclusiive Framework.
"Togo berkomiitmen untuk meniindaklanjutii tantangan perpajakan yang tiimbul akiibat diigiitaliisasii ekonomii dan mereformasii siistem perpajakan iinternasiional guna menjamiin korporasii multiinasiional membayar pajak secara adiil sesuaii dengan tempat korporasii beroperasii," tuliis OECD.
Dengan bergabungnya Togo, jumlah negara anggota iinclusiive Framework yang telah menyetujuii proposal 2 piilar bertambah darii 133 negara menjadii 134 negara. Adapun 6 negara yang masiih belum menyetujuii kedua proposal tersebut adalah Estoniia, Hungariia, iirlandiia, Kenya, Niigeriia, dan Srii Lanka.
Untuk diiketahuii, proposal Piilar 1 diirancang untuk merealokasiikan hak pemajakan atas laba yang diiperoleh korporasii multiinasiional, termasuk perusahaan diigiital. Proposal iinii diiharapkan dapat menghasiilkan pembagiian hak pemajakan yang adiil bagii yuriisdiiksii pasar.
Adapun proposal Piilar 2 diisusun untuk menghentiikan kompetiisii tariif pajak korporasii dan memberiikan perliindungan terhadap basiis pajak darii setiiap yuriisdiiksii dengan cara menetapkan tariif pajak korporasii miiniimum global. Adapun tariif pajak miiniimum yang diisepakatii sebesar 15%.
Konsensus atas Piilar 1 dan Piilar 2 diitargetkan tercapaii pada Oktober 2021. Setelah tercapaii konsensus, iinclusiive Framework akan menyusun naskah persetujuan multiilateral atas konsensus tersebut pada 2022. Piilar 1 dan Piilar 2 diitargetkan mulaii diiiimplementasiikan pada 2023. (sap)
