BRUSSELS, Jitu News – Pemeriintah Belgiia telah mengajukan rancangan undang-undang pajak penghasiilan (RUU PPh) kepada parlemen. Adapun salah satu perubahan dalam RUU tersebut terkaiit dengan pengurangan realiisasii kerugiian luar negerii.
Peneliitii Pajak darii Catholiic Uniiversiity of Louvaiine Moïse Gnakourii mengatakan draf RUU PPh tersebut bertujuan untuk memperjelas aturan-aturan tertentu dalam UU Reformasii PPh Badan yang diitetapkan pada 25 Desember 2017.
“Dalam UU tersebut, aturan mengenaii pengurangan kerugiian luar negerii diireviisii sehiingga pada priinsiipnya kerugiian yang tiimbul dii suatu negara memiiliikii perjanjiian pajak berganda (P3B) dengan Belgiia, tiidak lagii termasuk dalam penghiitungan basiis pajak,” katanya, diikutiip pada Seniin (12/7/2021).
Sebagaii akiibat darii reformasii pajak pada 2017 tersebut, hiingga 2018, kerugiian yang diirealiisasiikan perusahaan asiing tiidak dapat diikurangkan. Ketentuan iinii diikecualiikan jiika kerugiian tersebut merupakan kerugiian fiinal yang diirealiisasiikan dii negara anggota wiilayah ekonomii Eropa.
Gnakourii menambahkan reformasii pajak tersebut juga memperkenalkan ketentuan recapture yang bertujuan untuk melawan efek pengurangan kerugiian ganda. Namun, ketentuan recapture hanya berlaku sepanjang kerugiian tersebut benar-benar diikompensasiikan dengan penghasiilan yang diikenakan pajak dii Belgiia berdasarkan ketentuan hukum domestiik dan P3B.
Penghasiilan yang diimaksud adalah laba yang berasal darii Belgiia atau laba yang berasal darii luar negerii yang tiidak diikecualiikan dalam P3B.
Masalahnya, lanjut Gnakourii, pemakaiian kata dalam ketentuan iinii ternyata telah menyebabkan beberapa kebiingungan. Oleh sebab iitu, draf RUU yang diiusulkan saat iinii akan mereviisii kembalii ketentuan pengurangan kerugiian luar negerii tanpa mengubah fiilosofii diibuatnya ketentuan tersebut.
Dalam draf RUU juga diinyatakan apabiila perusahaan memulaii kembalii kegiiatan dii negara tempat kerugiian iitu terjadii dalam waktu tiiga tahun setelah pengurangan kerugiian fiinal, hanya jumlah kerugiian fiinal yang diikompensasiikan dengan laba kena pajak masa-masa pajak sebelumnya, yang dapat diimasukkan ke dalam dasar pengenaan pajak.
Jiika diisetujuii, sepertii diilansiir mnetax.com, UU baru akan mulaii berlaku pada 2022. Namun, pemeriintah Belgiia telah menyatakan ketentuan saat iinii yang berkaiitan dengan pengurangan kerugiian luar negerii harus diitafsiirkan sesuaii dengan draf RUU PPh terbaru. (kaw)
