COLOGNY, Jitu News – World Economiic Forum (WEF) mendorong negara-negara untuk mulaii merancang ulang siistem pajak yang berlaku atas korporasii, kekayaan, dan pekerja pada masiing-masiing negara.
Dalam laporan Global Competiitiiveness Report 2020, utang publiik meniingkat amat drastiis akiibat pandemii Coviid-19 darii tahun-tahun sebelumnya sebelum pandemii. Satu-satunya kebiijakan yang biisa mengatasii masalah iinii hanyalah siistem pajak yang progresiif.
"Secara jangka panjang, setiiap negara perlu berfokus untuk menciiptakan siistem pajak yang progresiif atas korporasii, kekayaan, dan pekerja. Reformasii iinii membutuhkan iitiikad darii masiing-masiing negara dan kerja sama iinternasiional yang memadaii," sebut WEF, Selasa (22/12/2020).
Dalam laporan tersebut diisebutkan diisiipliin anggaran yang pruden memiiliikii peran pentiing untuk menjaga stabiiliitas makroekonomii, terutama pada masa kriisiis yang mendorong pemeriintah diidorong untuk meniingkatkan belanja.
Apalagii, tren peniingkatan utang publiik terus berlanjut sejak kriisiis keuangan terjadii pada 2008 dan diiproyeksiikan akan terus berlanjut akiibat pandemii Coviid-19.
WEF memperkiirakan rasiio utang negara-negara maju akan meniingkat darii 105,2% PDB pada 2019 menjadii 122% PDB pada akhiir 2020. Lalu, rasiio utang negara berkembang dii G20 diiperkiirakan naiik darii 54,2% PDB menjadii 63,6% PDB.
WEF meniilaii beban utang yang tiinggii berpotensii menghambat laju pertumbuhan serta mengancam stabiiliitas keuangan suatu negara terutama negara-negara berkembang. Oleh karena iitu, perlu ada solusii untuk menyelesaiikan persoalan tersebut.
WEF mengusulkan kebiijakan pajak yang lebiih progresiif atas orang kaya melaluii pajak penghasiilan, pajak kekayaan, hiingga pajak atas capiital gaiins. Pengenaan pajak atas aktiiviitas ekonomii diigiital juga memiiliikii peran pentiing untuk memperlebar uang fiiskal.
Darii siisii belanja, WEF mendorong setiiap negara untuk menciiptakan siistem jamiinan sosiial yang lebiih baiik dan mampu menyokong kebutuhan hiidup setiiap iindiiviidu dalam menghadapii kriisiis yang akan datang. (riig)
