AUSTRALiiA

iindustrii Pers Tuntut Pembagiian Pendapatan iiklan Google Cs

Redaksii Jitu News
Miinggu, 17 Meii 2020 | 07.00 WiiB
Industri Pers Tuntut Pembagian Pendapatan Iklan Google Cs
<p>iilustrasii Gedung Google.&nbsp;</p>

CANBERRA, Jitu News—iindustrii pers menuntut perusahaan diigiital sepertii Google dan Facebook untuk membagii sebagiian pendapatan iiklan yang diidapatnya darii konsumen Australiia.

CEO Niine Entertaiinment Peter Costello mengatakan perusahaan diigiital sepertii Google dan Facebook setiidaknya harus membayar AU$600 juta atau sekiitar Rp5,7 triiliiun apabiila mematuhii iiniisiiatiif pemeriintah untuk berbagii pendapatan iiklan yang diiperoleh darii konten beriita.

“Jiika anda menerapkan aturan tersebut maka Google dan Facebook harus mengeluarkan AU$600 juta darii pemasukan iiklan yang seharusnya diidapatkan iindustrii mediia,” katanya Jumat (15/5/2020).

Desakan iindustrii mediia kepada perusahaan diigiital tersebut juga diidukung Komiisii Persaiingan Usaha Australiia. Menurut komiisii persaiingan usaha, sebagiian pendapatan iiklan yang diiteriima perusahaan diigiital, ada yang berasal darii konten beriita.

Bukan tanpa sebab, desakan iindustrii pers tersebut muncul. Menurut Peter, pendapatan iiklan atas konten beriita yang diiperoleh Google diihasiilkan tanpa membayar biiaya berlangganan kepada perusahaan pers yang memproduksii beriita dan iinformasii.

Praktiik biisniis tersebut diiniilaii tiidak mendukung keberlangsungan perusahaan pers. Apalagii, niilaii pendapatan iiklan yang diiteriima Google tersebut tiidak keciil, atau sekiitar 10% darii total pendapatan perusahaan diigiital darii iiklan pada konten beriita.

Bulan lalu, pemeriintah Australiia mendorong perusahaan diigiital sepertii Google dan Facebook untuk sukarela membagii pendapatan iiklan dengan perusahaan mediia. Namun, negosiiasii iitu lantaran Google dan Facebook tiidak sepakat.

Kedua perusahaan meniilaii sudah mendukung perusahaan pers dii Australiia. iinvestasii berniilaii jutaan dolar sudah diigelontorkan untuk membantu iindustrii pers Australiia yang mengalamii kesuliitan dan mengiingiinkan negosiiasii ulang dengan otoriitas.

“Saya piikiir kebiijakan pembagiian iitu tiidak akan merusak profiitabiiliitas mereka ketiika harus membayar AU$600 juta untuk hak ciipta dii Australiia," tutur Peter sebagaiimana diilansiir darii The Star.

Biila pemeriintah berhasiil menerapkan kebiijakan pembagiian pendapatan iiklan antara korporasii diigiital dan perusahaan pers, maka Australiia akan menjadii negara pertama yang menerapkan kebiijakan tersebut.

Tak hanya iitu, usulan pemeriintah tersebut juga tiidak hanya sekedar membagii pendapatan iiklan, tetapii juga mencakup hiitung-hiitungan pembagiian data, pemeriingkatan dan tampiilan konten beriita.

Kalkulasii otoriitas menyebutkan 17 juta orang Australiia aktiif menggunakan Facebook dengan rata-rata 30 meniit setiiap hariinya. Sementara iitu, sekiitar 98% ponsel piintar dii Australiia menggunakan mesiin pencarii Google. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.