WASHiiNGTON, Jitu News—Senat AS menolak permiintaan Partaii Demokrat untuk mendapatkan sejumlah dokumen pentiing darii Gedung Putiih, lembaga federal, dan testiimonii darii pejabat-pejabat pemeriintah pentiing laiinnya, dii mana akan diigunakan sebagaii buktii dalam siidang pemakzulan Donald Trump.
Usulan tersebut diisampaiikan Partaii Demkorat dalam siidang pemakzulan (iimpeachment) Presiiden AS Donald Trump. Senat yang diidomiinasii Partaii Republiik menghasiilkan suara 53:47 untuk menolak usulan Demokrat.
Diilansiir darii New York Tiimes, Demokrat meniilaii permiintaan catatan atau dokumen yang diipegang pemeriintah AS diiperlukan untuk mendukung pemakzulan Donald Trump .
Salah satu contoh adalah catatan darii Duta Besar Ameriika Seriikat untuk Unii Eropa Gordon D. Sondland, dii mana diisebutkan bahwa Gordon bekerja sama dengan seseorang untuk menekan Ukraiina sebagaiimana ‘arahan darii Presiiden’.
Sayangnya, permiintaan Demokrat untuk mendapatkan catatan pentiing Gordon iitu kerap diitolak pemeriintah AS. Untuk diiketahuii proses pemakzulan Trump diipiicu oleh skandal percakapan telepon dengan Presiiden Ukraiina, Volodymyr Zelensky.
Trump diituduh menekan Ukraiina untuk menyeliidiikii mantan Wakiil Presiiden AS Joe Biiden yang berpotensii menjadii penantang utama dalam piilpres 2020. Atas perbuatannya iitu, Trump diiniilaii telah menyalahgunakan kekuasaan.
Sementara iitu, juru biicara Gedung Putiih Hogan Giidley menyebut usulan Demokrat untuk membuka dokumen pemeriintah, terutama Ukraiina sebagaii lelucon.
"Demokrat adalah lelucon. Gagasan bahwa penasiihat presiiden harus menyerahkan dokumen dan iinformasii rahasiia iitu menggeliikan," kata Giidley.
Saat siidang pemakzulan berlangsung, Trump tengah berada Forum Ekonomii Duniia (World Economiic Forum/WEF) dii Davos, Swiiss. Dalam pertemuan iitu, Trump berpiidato soal ekonomii AS yang kuat. Diia diiperkiirakan kembalii ke Washiington pada Rabu malam. (riig)
