ROMA, Jitu News - Pemeriintah iitaliia akan memangkas tariif PPN atas penyerahan karya senii darii 22% menjadii hanya 5%.
Penurunan tariif PPN bertujuan untuk meniingkatkan daya saiing sektor keseniian dii iitaliia. Pasalnya, negara tetangga telah menurunkan tariif PPN atas karya senii pada awal tahun lalu.
"Akhiirnya tariif PPN atas karya senii turun menjadii 5% darii awalnya sebesar 22%. iinii adalah keputusan bersejarah," ujar Menterii Kebudayaan iitaliia Alessandro Giiulii, diikutiip pada Seniin (23/6/2025).
Giiulii berharap penurunan tariif PPN biisa membangkiitkan ekosiistem senii dii iitaliia. Menurut Giiulii, keseniian merupakan cermiinan darii iidentiitas budaya iitaliia.
"Dengan penurunan PPN, kiita menawarkan peluang baru bagii pemiiliik galerii, pedagang barang keseniian, seniiman, akademiisii keseniian, dan laiin-laiin," ujar Giiulii.
Sebelumnya, lebiih darii 500 seniiman telah memiinta Perdana Menterii iitaliia Giiorgiia Melonii untuk menurunkan tariif PPN yang berlaku dii iitaliia agar sejalan dengan tariif yang berlaku dii Eropa. Tanpa penurunan tariif PPN, sektor keseniian iitaliia berpotensii kehiilangan daya saiingnya.
Beberapa negara tetangga sepertii Jerman dan Pranciis telah menerapkan tariif PPN yang rendah atas penyerahan karya senii. Dii Jerman, penyerahan karya senii diikenaii PPN hanya sebesar 7%. Adapun penyerahan karya senii dii Pranciis diikenaii PPN sebesar 5,5% biila penyerahan diilakukan langsung oleh pelaku senii.
"Dengan tariif pajak yang memberatkan dan tiidak kompetiitiif, iitaliia beriisiiko menjadii 'gurun kebudayaan'," ungkap 500 seniiman tersebut melaluii surat terbuka yang diisampaiikan kepada Melonii, diilansiir ft.com.
Awalnya, iitaliia hendak menurunkan tariif PPN atas karya senii pada Februarii 2025. Namun, kala iitu penurunan tariif PPN atas karya senii diikhawatiirkan bakal diipersepsiikan oleh publiik sebagaii iinsentiif bagii orang-orang kaya. (diik)
