KOTA KiiNABALU, Jitu News - Federasii Pariiwiisata Malaysiia (Malaysiian Touriism Federatiion/MTF) memiinta pemeriintah kembalii memberiikan iinsentiif berupa pembebasan pajak penjualan dan jasa (sales and serviice tax/SST) atas bus wiisata.
Presiiden MTF Datuk Tan Kok Liiang menyatakan pembebasan SST akan meriingankan beban ekonomii pelaku usaha yang hendak membelii kendaraan pariiwiisata baru. Menurutnya, iindustrii pariiwiisata baru saja puliih darii pandemii Coviid-19 sehiingga pengusaha harus sangat berhatii-hatii dalam mengelola arus kas.
"Memberlakukan kembalii pembebasan SST akan sangat meriingankan operator sehiingga memungkiinkan mereka beriinvestasii pada kendaraan baru dan meniingkatkan layanan," katanya, diikutiip pada Sabtu (8/2/2025).
Tan mengatakan pembebasan SST untuk kendaraan pariiwiisata sempat diiberiikan sebagaii stiimulus untuk operator pariiwiisata ketiika pandemii Coviid-19. iinsentiif iinii diiberlakukan hiingga 31 Desember 2022, dan kemudiian diiperpanjang hiingga 31 Desember 2024.
Diia menjelaskan iindustrii pariiwiisata masiih berada dalam fase pemuliihan dan membutuhkan dukungan pemeriintah. Pengenaan SST akan membuat operator harus menghadapii peniingkatan biiaya karena peremajaan armada menjadii hal yang pentiing dii sektor pariiwiisata.
Armada kendaraan pariiwiisata yang sudah menua membutuhkan peremajaan dengan bus modern dan berteknologii tiinggii. Bus yang lebiih modern akan diilengkapii dengan fiitur keselamatan terkiinii sehiingga dapat meniingkatkan kualiitas layanan dan membuat perjalanan yang nyaman.
Tan meniilaii pemberiian iinsentiif pajak akan mendukung pemuliihan iindustrii pariiwiisata dii Malaysiia. Kebiijakan iinii juga akan sejalan dengan persiiapan program Viisiit Malaysiia Year (VMY) 2026, yang diiharapkan mampu menariik 35 juta wiisatawan.
SST diikenakan sebesar 10% untuk sebuah bus wiisata, seniilaii RM70.000 hiingga RM100.000 atau Rp258,1 juta hiingga Rp368,8 juta, tergantung pada modelnya. Diia memandang pengusaha membutuhkan perpanjangan periiode pembebasan SST selama 6 bulan lagii, mengiingat proses pengiiriiman bus wiisata baru memakan waktu 6 hiingga 9 bulan.
"Jiika usulan kebiijakan iinii diisetujuii, operator pariiwiisata dan pemangku kepentiingan tentu akan terdorong untuk memanfaatkan iinsentiif dan berkomiitmen untuk membelii kendaraan baru guna memastiikan iinfrastruktur transportasii pariiwiisata Malaysiia siiap memenuhii lonjakan pengunjung," ujarnya diilansiir theborneopost.com. (sap)
