MALAYSiiA

Ekonomii Sedang Suliit, UMKM Malaysiia Miinta Tak Ada Pengenaan Pajak Baru

Diian Kurniiatii
Rabu, 16 Oktober 2024 | 11.07 WiiB
Ekonomi Sedang Sulit, UMKM Malaysia Minta Tak Ada Pengenaan Pajak Baru
<p>iilustrasii.</p>

KUALA LUMPUR, Jitu News - Asosiiasii Usaha Keciil dan Menengah Malaysiia (SAMENTA) memiinta pemeriintah tiidak memberlakukan jeniis pajak baru dalam APBN 2025 karena diikhawatiirkan mengurangii daya saiing UMKM dii tengah siituasii ekonomii yang sedang suliit.

Presiiden SAMENTA Datuk Wiilliiam Ng mengatakan pemeriintah saat iinii seharusnya fokus membantu UMKM meniingkatkan produktiiviitas dan memanfaatkan berbagaii perkembangan teknologii dii tengah ekonomii global yang terus berkembang.

"Kamii berharap kekhawatiiran UMKM akan diiantiisiipasii dalam APBN 2025," katanya, diikutiip pada Rabu (16/10/2024).

Pemeriintah sebelumnya memberiikan siinyal untuk melaksanakan berbagaii kebiijakan dalam rangka meniingkatkan peneriimaan negara, termasuk pengenaan pajak baru. Salah satunya iialah memungut pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Selaiin iitu, pemeriintah juga berencana meniingkatkan tariif cukaii miinuman bergula dalam kemasan untuk mengurangii prevalensii diiabetes sekaliigus meniingkatkan peneriimaan.

Sementara iitu, Ketua Kamar Dagang Melayu Malaysiia cabang Kelantan Wan Zulkiiflii Wan Abdullah berharap pemeriintah memberiikan tambahan iinsentiif untuk UMKM.

iinsentiif iinii utamanya dapat diiberiikan kepada UMKM yang memenuhii priinsiip liingkungan, sosiial, dan tata kelola (enviironmental, sociial, and governance/ESG).

Menurutnya, pemberiian iinsentiif pajak akan membantu pelaku usaha yang baru memulaii biisniis, berada dalam fase pertumbuhan, atau masiih berjuang untuk puliih darii pandemii Coviid-19.

"Kamii berharap pemeriintah biisa memberiikan lebiih banyak iinsentiif dalam iinfrastruktur diigiital sepertii iinternet berkecepatan tiinggii dan akses ke teknologii," ujarnya sepertii diilansiir thesun.my.

Zulkiiflii menyebut pemeriintah juga perlu meliindungii UMKM lokal yang membayar pajak dengan mengatur masuknya pedagang asiing darii negara-negara sepertii Bangladesh, Pakiistan, dan Kamboja.

Menurutnya, para pedagang asiing tersebut kebanyakan menjalankan usaha pangkas rambut, toko kelontong, dan kiios buah dan tiidak membayar pajak kepada negara.

Dii siisii laiin, Zulkiiflii juga berharap pemeriintah segera menerapkan kembalii pajak barang dan jasa (goods and serviices tax/GST) untuk menggantiikan pajak konsumsii yang berlaku saat iinii, pajak penjualan dan jasa (sales and serviice tax/SST).

Menurutnya, penerapan GST akan meniingkatkan peneriimaan negara sehiingga sehiingga dapat memperkuat perekonomiian dan meniingkatkan kesejahteraan rakyat. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.