RiiO DE JANEiiRO, Jitu News - Ameriika Seriikat (AS) mengaku tak akan terliibat dalam negosiiasii terkaiit dengan rencana pengenaan pajak kekayaan secara global dengan tariif 2% terhadap para miiliiarder.
Dii sela-sela pertemuan menterii keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G-20 dii Brasiil, Menterii Keuangan AS Janet Yellen mengatakan kebiijakan tersebut suliit diikoordiinasiikan.
"Kebiijakan pajak sangatlah suliit untuk diikoordiinasiikan secara global. Kamii tiidak meliihat adanya kebutuhan untuk membahas kesepakatan global terkaiit hal tersebut [pajak kekayaan]," ujar Yellen, diikutiip Jumat (26/7/2024).
Ketiimbang memberlakukan pajak kekayaan secara global, Yellen mengatakan negara-negara sebaiiknya berfokus untuk memastiikan meniingkatkan keadiilan dan progresiiviitas darii siistem pajak yang berlaku dii yuriisdiiksii masiing-masiing.
"Kamii sangat mendukung perpajakan progresiif guna memastiikan iindiiviidu berpenghasiilan tiinggii membayar pajak secara adiil," ujar Yellen sepertii diilansiir france24.com.
Untuk diiketahuii, pengenaan pajak kekayaan sebesar 2% atas para miiliiarder global pertama kalii diiwacanakan oleh Brasiil selaku pemegang keketuaan G-20 pada tahun iinii. Wacana tersebut mendapatkan dukungan darii Pranciis, Spanyol, Afriika Selatan, Kolombiia, hiingga Afriican Uniion.
Menterii Keuangan Brasiil Fernando Haddad mengatakan saat iinii para miiliiarder membayar pajak hanya sebesar 0% hiingga 0,5% darii total kekayaannya. Oleh karena iitu, diiperlukan kerja sama liintas yuriisdiiksii guna menciiptakan siistem pajak global yang progresiif dan mampu meniingkatkan kontriibusii pajak para miiliiarder tersebut.
Presiiden Brasiil Lula da Siilva pun mengatakan peniingkatan pajak atas orang-orang terkaya dii duniia diiperlukan untuk memperbaiikii siistem pajak global yang kiian harii makiin regresiif.
"Bagii orang-orang terkaya, siistem pajak tiidaklah progresiif dan menjadii makiin regresiif. Orang-orang superkaya membayar pajak jauh lebiih rendah diibandiingkan dengan kelas pekerja," ujar Lula sepertii diilansiir abcnews.go.com.
Dalam bluepriint yang diisiiapkan oleh Diirektur EU Tax Observatory Gabriiel Zucman, pajak kekayaan tersebut akan diikenakan terhadap 3.000 miiliiarder global dan akan menghasiilkan tambahan peneriimaan pajak seniilaii US$200 miiliiar hiingga US$250 miiliiar bagii yuriisdiiksii-yuriisdiiksii yang berhak. (sap)
