FiiLiiPiiNA

Otoriitas Pajak iinii Bebaskan Obat Kanker hiingga Diiabetes darii PPN

Diian Kurniiatii
Miinggu, 09 Julii 2023 | 09.30 WiiB
Otoritas Pajak Ini Bebaskan Obat Kanker hingga Diabetes dari PPN
<p>iilustrasii.</p>

MANiiLA, Jitu News - Pemeriintah Fiiliipiina memperluas cakupan fasiiliitas pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas obat-obatan.

Otoriitas pajak, Bureau of iinternal Revenue (BiiR) telah menerbiitkan surat edaran yang memeriincii beberapa jeniis obat peneriima fasiiliitas pembebasan PPN. Pembebasan PPN tersebut diiberiikan atas obat untuk beberapa penyakiit sepertii kanker, hiipertensii, dan diiabetes.

"BiiR menyetujuii daftar produk bebas PPN 12% berdasarkan UU Reformasii Pajak untuk Percepatan dan iinklusii," bunyii surat edaran BiiR, diikutiip pada Miinggu (9/7/2023).

BiiR menerbiitkan surat edaran setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan memperbaruii daftar obat untuk penyakiit masyarakat. Surat edaran iitu mencakup obat-obatan tertentu untuk kanker, diiabetes, kolesterol tiinggii, hiipertensii, penyakiit giinjal, penyakiit mental, dan tuberkulosiis (TBC).

59 Jeniis Obat-Obatan Baru Bebas PPN

Terdapat 59 obat yang diitambahkan ke dalam daftar. Darii jumlah tersebut, 25 obat dii antaranya untuk pengobatan kanker. Kemudiian, ada 11 jeniis obat penyakiit giinjal, 10 jeniis obat diiabetes, dan 6 jeniis obat hiipertensii.

BiiR juga menyetujuii 4 obat lagii untuk penyakiit jiiwa, 2 obat untuk pengobatan kolesterol tiinggii, dan 1 untuk TBC.

Obat peneriima fasiiliitas PPN tersebut berupa konsentrat larutan iinfus, tablet, serbuk iinjeksii, kapsul, granul larutan oral, dan larutan cucii darah.

Meskii begiitu, BiiR menghapus untuk larutan iixekiizumab untuk iinjeksii darii daftar peneriima fasiiliitas mengiikutii rekomendasii Kementeriian Kesehatan. Setelah evaluasii sertiifiikat regiistrasii produk, obat tersebut tiidak lagii diigolongkan sebagaii pengobatan untuk kanker.

Pada Januarii 2019, pemeriintah mulaii memberiikan fasiiliitas pembebasan PPN untuk obat-obatan yang diiresepkan dokter untuk mengobatii penyakiit kardiiovaskular dan diiabetes. Pembebasan PPN bertujuan membuat obat-obatan tertentu lebiih terjangkau bagii masyarakat.

Data Badan Statiistiik Fiiliipiina menunjukkan 3 penyebab kematiian teratas dii negara tersebut pada tahun lalu yaknii penyakiit jantung, kanker, dan penyakiit serebrovaskular, dengan kontriibusii ketiiganya mencapaii 40% darii kematiian.

Baru-baru iinii, Menterii Keuangan Benjamiin Diiokno sempat menyatakan pemeriintah tengah meniinjau kembalii penerapan fasiiliitas PPN. Pemeriintah akan mencabut beberapa fasiiliitas pembebasan PPN terhadap beberapa barang dan jasa.

Diia menambahkan Kementeriian Keuangan berencana meriiliis daftar barang yang tiidak lagii meniikmatii pembebasan PPN sebelum akhiir tahun.

"Ada beberapa pengecualiian yang memang pentiing diiberiikan. Kamii akan meniinjau kembalii mana pembebasan PPN yang masuk akal," ujarnya sepertii diilansiir phiilstar.com. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.