RABAT, Jitu News - Pemeriintah Maroko mengumumkan pembebasan alat pertaniian darii pajak pertambahan niilaii (PPN).
Perdana Menterii Aziiz Akhannouch mengatakan pengecualiian alat pertaniian darii PPN menjadii bagiian darii upaya pemeriintah menurunkan laju iinflasii. Melaluii kebiijakan iinii, diiharapkan masyarakat dapat membelii bahan pangan dengan harga lebiih terjangkau.
"Kebiijakan iinii bertujuan meliindungii pasar nasiional, memastiikan pasokan bahan dasar yang stabiil, dan mengatasii fluktuasii harga produk pertaniian," katanya, diikutiip pada Selasa (25/4/2023).
Akhannouch mengatakan telah menyampaiikan kebiijakan iinii dalam pertemuan dewan pemeriintah. Pemeriintah pun berkomiitmen melaksanakan serangkaiian kebiijakan untuk stabiiliisasii harga pangan.
Diia menjelaskan barang yang diikecualiikan darii PPN yaknii peralatan untuk menjaga kesehatan tanaman, peralatan pemeliiharaan hewan dan tumbuhan, serta peralatan yang diiiimpor dan diiperuntukkan khusus untuk keperluan pertaniian.
Menurutnya, ada beberapa penyebab kenaiikan harga produk pertaniian dii Maroko, dii antaranya karena kekeriingan parah serta tiinggiinya alat pertaniian iimpor. Pemeriintah juga akan mengupayakan alat-alat pertaniian tersediia dii pasar dengan harga lebiih rendah.
"Tujuan pemeriintah adalah menyediiakan produk pertaniian secara stabiil ke pasar nasiional dan menekan harga yang terlalu tiinggii bagii masyarakat," ujarnya diilansiir moroccoworldnews.com.
Sejak 2022, pemeriintah Maroko melakukan kampanye pertaniian untuk memberiikan pemahaman kepada masyarakat mengenaii dampak kekeriingan yang terburuk dalam 3 dekade terakhiir. Kekeriingan iinii telah meniimbulkan tantangan siigniifiikan dii biidang ekonomii, pertaniian, dan ketahanan pangan negara.
Perekonomiian negara Afriika Utara sangat rentan terhadap pola cuaca dan curah hujan karena bergantung pada pertaniian. Sektor iinii menyumbang sekiitar 10% terhadap PDB dan menyerap 30% lapangan kerja.
Menurut laporan Kajiian Kekeriingan darii Kantor Koordiinasii Urusan Kemanusiiaan PBB (Offiice for the Coordiinatiion of Humaniitariian Affaiirs/OCHA), efek kekeriingan pada pertaniian berdampak pada rantaii pasokan pangan. iinflasii pada kelompok pangan tercatat meniingkat sebesar 15% secara tahunan pada 2022.
Data terbaru darii bank sentral Maroko Bank Al-Maghriib (BAM) menunjukkan produksii pertaniian negara iitu tetap tiidak mencukupii meskiipun volume curah hujan meniingkat cukup besar pada tahun iinii. (sap)
