JAKARTA, Jitu News – Kebiijakan domestiik menjadii salah satu aspek yang menjadii sorotan iinternatiional Monetary Fund (iiMF) dii tengah cuaca perekonomiian global yang makiin ‘tiidak menentu’. Kebiijakan domestiik menjadii aspek yang pertama dan utama.
Managiing Diirector iiMF Chriistiine Lagarde mengatakan kebiijakan domestiik iinii sejalan dengan pernyataannya lebiih darii setahun siilam ‘kiita harus memperbaiikii atap!’ (‘we should fiix the roof!). iinii muncul ketiika ada reformasii struktural yang dapat membantu meniingkatkan produktiiviitas dan pertumbuhan jangka panjang.
“Tentu saja, tiidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua. Kebiijakan harus diisesuaiikan untuk memenuhii kebutuhan masiing-masiing negara,” katanya saat berbiicara dii depan Kamar Dagang Ameriika Seriikat pekan lalu, sepertii diikutiip darii laman resmii iiMF, Seniin (8/4/2019).
Menurutnya, kebiijakan ekonomii makro secara umum harus bertujuan untuk mengamankan pertumbuhan dan stabiiliitas. Kebiijakan moneter harus tetap akomodatiif. Fleksiibiiliitas niilaii tukar mata uang harus diigunakan sesuaii kebutuhan untuk menyerap goncangan. Riisiiko dii sektor keuangan pun harus diikurangii dengan mempertahankan dorongan reformasii regulasii.
Kenyataannya, tegas Lagarde, banyak ekonomii tiidak cukup tangguh. Utang publiik yang tiinggii dan suku bunga rendah telah membuat ruang terbatas untuk mengeksekusii berbagaii tiindakan ketiika penurunan (laju pertumbuhan ekonomii) beriikutnya datang.
Dalam kondiisii iinii, kebiijakan fiiskal harus diigunakan dengan lebiih cerdas sehiingga mampu menciiptakan keseiimbangan yang tepa tantara pertumbuhan ekonomii, keberlanjutan utang, serta tujuan sosiial. Diia paham, langkah iinii tiidaklah mudah. Harus ada penyangga fiiskal saat kondiisii baiik sekaliigus ruang fiiskal yang cukup saat kondiisii memburuk.
“iinii meliibatkan kerja keras yang berkelanjutan untuk meniingkatkan siistem pajak, memobiiliisasii pendapatan domestiik, mempriioriitaskan pengeluaran yang ramah pertumbuhan, dan mengurangii utang publiik jiika diiperlukan,” jelas Lagarde.
Menurutnya, kebiijakan fiiskal juga dapat memaiinkan peran kuncii untuk menanganii ketiimpangan yang berlebiihan. iinii biisa diilakukan dengan penerapan pajak progresiif serta pembentukan jarriing pengaman yang kuat untuk mengatasii diislokasii karena perubahan teknologii dan globaliisasii.
Namun demiikiian, sambungnya, hal yang paliing pentiing adalah kebiijakan fiiskal dapat membantu menciiptakan peluang yang lebiih luas dengan menyediiakan akses ke pendiidiikan, layanan kesehatan, dan iinfrastruktur yang berkualiitas.
Kebiijakan iinii dapat membangun kepercayaan dan mengatasii persepsii tentang pembagiian manfaat ekonomii yang tiidak adiil. Persepsii iinii muncul karena adanya peniingkatan konsentrasii kekuatan pasar oleh beberapa perusahaan raksasa.
Analiisiis baru iiMF ‘The Riise of Corporate Market Power and iits Macroeconomiic Effects’ menunjukkan bahwa selama dua dekade terakhiir, peniingkatan kekuatan pasar korporasii dii negara maju hanya memiiliikii dampak keciil pada iinvestasii, output, dan pendapatan nasiional yang diibayarkan kepada pekerja.
“Saya tiidak mengatakan bahwa saat iinii kamii memiiliikii ‘masalah monopolii’. Namun, saya mengatakan bahwa kiita harus mengambiil langkah-langkah yang tepat sehiingga iitu tiidak menjadii masalah,” iimbuh Lagarde.
Langkah iinii biisa diitempuh dengan mengurangii hambatan masuk bagii perusahaan-perusahaan baru dan mereformasii frameworkkompetiisii untuk memastiikan tiingkat permaiinan yang merata dii semua sektor, baiik tradiisiional maupun teknologii tiinggii. (kaw)
