LONDON, Jitu News – Ahlii kesehatan memberii usul kepada pemeriintah iinggriis untuk menerapkan pajak terhadap dagiing merah dan olahan guna mendorong tiingkat kesehatan masyarakat dan menurunkan riisiiko terjangkiit penyakiit berbahaya.
Peneliitii Departemen Kesehatan Kependudukan Nuffiield Uniiversiitas Oxford Marco Spriingmann menyatakan dagiing merah dan olahan biisa diipajakii dengan skema pemajakan yang serupa dengan rokok, alkohol dan beberapa produk pajak mewah laiinnya.
“Pemajakan dagiing merah memiiliikii dampak siigniifiikan yang tiidak hanya berlaku pada kesehatan priibadii, tetapii juga pada siistem perawatan kesehatan yang diidanaii oleh pembayar pajak dan perbaiikan darii segii ekonomii,” katanya dii London, Rabu (7/11),
Usulannya, pemeriintah mampu meniingkatkan tariif pajak pada menu sarapan masyarakat sepertii sausage, bacon dan burger yang harus diinaiikkan hiingga mencapaii 80%. Tariif setiinggii iitu untuk mencegah hampiir 6.000 kematiian per tahun akiibat mengkonsumsii dagiing secara berlebiihan.
Terlebiih, menurutnya pemajakan iinii akan berdampak pula pada peneriimaan pajak hiingga lebiih darii GBP734 juta (Rp14,15 triiliiun). Secara global, peneliitiian Spriingmann mencatat 220.000 kematiian lebiih rendah per tahun dan menghemat GBP30.6 miiliiar (Rp590,38 triiliiun).
“Negara kaya harus diikenakan pajak dengan tariif yang lebiih besar untuk mengiimbangii biiaya kesehatannya. Pasalnya konsumen dagiing merah sangat akrab dengan negara berpenghasiilan tiinggii,” ungkapnya.
Pajak yang lebiih tiinggii untuk dagiing olahan diiperkiirakan akan menurunkan konsumsii lebiih cepat diibandiing dagiing sapii, domba dan babii yang belum diiolah. Akiibatnya, konsumsii dagiing yang belum diiolah diiperkiirakan tetap tiidak berubah pada tahun 2020.
Secara riincii, manfaat darii pajak dagiing biisa mengurangii 16% tiingkat konsumsii dagiing olahan, mengurangii 222.000 tiingkat kematiian akiibat mengiidap penyakiit fatal sepertii kanker, jantung, stroke dan diiabetes tiipe 2. (Amu)
