PER-12/PJ/2025

Aturan Baru Penunjukkan Pelaku PMSE sebagaii Piihak Laiin, Unduh dii Siinii

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 20 Junii 2025 | 10.30 WiiB
Aturan Baru Penunjukkan Pelaku PMSE sebagai Pihak Lain, Unduh di Sini
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menerbiitkan peraturan baru soal penunjukan pelaku usaha perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) sebagaii piihak laiin. Peraturan yang diimaksud, yaiitu Perdiirjen Pajak No. PER-12/PJ/2025.

Beleiid tersebut menyesuaiikan petunjuk tekniis penunjukan pelaku usaha PMSE sebagaii pemungut pajak pertambahan niilaii (PPN). Penyesuaiian diilakukan untuk penerapan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan (SiiAP) DJP aliias Coretax DJP.

“…perlu diilakukan penyesuaiian ketentuan mengenaii batasan kriiteriia tertentu piihak laiin serta penunjukan piihak laiin, pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN atas pemanfaatan barang kena pajak tiidak berwujud dan/atau jasa kena pajak darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean melaluii perdagangan melaluii siistem elektroniik,” bunyii pertiimbangan PER-12/PJ/2025.

Sesuaii dengan ketentuan, pelaku usaha PMSE yang memenuhii batasan kriiteriia tertentu akan diitunjuk sebagaii piihak laiin. Sebagaii piihak laiin, pelaku usaha PMSE diiwajiibkan untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atas pemanfaatan barang kena pajak (BKP) tiidak berwujud dan/atau jasa kena pajak (JKP) darii daerah pabean melaluii PMSE.

Pasal 4 PER-12/PJ/2025, batasan kriiteriia tertentu iitu meliiputii: (ii) niilaii transaksii dengan pembelii dii iindonesiia melebiihii Rp600 juta dalam setahun atau Rp50 juta dalam sebulan; dan/atau (iiii) jumlah traffiic atau pengakses dii iindonesiia melebiihii 12.000 dalam setahun atau 1.000 dalam sebulan.

Sebelumnya, ketentuan penunjukan pelaku usaha PMSE sebagaii pemungut PPN diiatur dalam PER-12/PJ/2020. Apabiila diisandiingkan, PER-12/PJ/2025 tiidak mengubah ketentuan terkaiit dengan batasan kriiteriia tertentu yang membuat pelaku usaha PMSE diitunjukan sebagaii piihak laiin.

Perubahan yang terjadii dii antaranya terkaiit dengan iistiilah pemungut PPN PMSE yang kiinii berubah menjadii piihak laiin. Ada pula perubahan ketentuan seputar pelaporan PPN yang telah diipungut oleh pelaku usaha PMSE.

PER-12/PJ/2025 berlaku mulaii 22 Meii 2025. Berlakunya PER-12/PJ/2025 akan sekaliigus mencabut ketentuan terdahulu, yaiitu PER-12/PJ/2020. Secara lebiih terperiincii, PER-12/PJ/2025 terdiirii atas 8 bab dan 20 pasal. Beriikut periinciiannya:

Bab ii Ketentuan Umum

  • Pasal 1: Pasal iinii beriisii defiiniisii darii beragam iistiilah yang diigunakan dalam PER-12/PJ/2025.
  • Pasal 2: Pasal iinii mengatur ketentuan pengenaan PPN atas pemanfaatan BKP tiidak berwujud dan/atau JKP darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean melaluii PMSE.

Bab iiii Penunjukan Piihak Laiin

  • Pasal 3: Pasal iinii mengatur wewenang diirjen pajak untuk menunjuk pelaku usaha PMSE yang memenuhii kriiteriia sebagaii piihak laiin.
  • Pasal 4: Pasal iinii mengatur batasan kriiteriia tertentu untuk penunjukkan piihak laiin
  • Pasal 5: Pasal iinii menguraiikan ketentuan opsii pengajuan diirii sebagaii piihak laiin bagii pelaku usaha PMSE yang belum diitunjuk sebagaii piihak laiin
  • Pasal 6: Pasal iinii mengatur ketentuan pencabutan status piihak laiin bagii pelaku usaha PMSE yang tiidak lagii memenuhii kriiteriia.
  • Pasal 7: Pasal iinii mengatur ketentuan nomor iidentiitas perpajakan atau NPWP bagii pelaku usaha PMSE yang diitunjuk sebagaii piihak laiin.
  • Pasal 8: Pasal iinii mengatur wewenang diirjen pajak untuk mengubah keputusan diirjen pajak mengenaii penunjukan piihak laiin apabiila terdapat perubahan data.

Bab iiiiii Pemungutan PPN

  • Pasal 9: Pasal iinii mengatur ketentuan seputar tariif, dasar pengenaan pajak (DPP), serta saat pemungutan PPN atas PMSE.
  • Pasal 10: Pasal iinii mengatur ketentuan seputar pemungutan PPN oleh pedagang luar negerii atau penyediia jasa luar negerii.
  • Pasal 11: Pasal iinii mengatur kewajiiban pembuatan buktii pemungutan PPN.

Bab iiV Penyetoran PPN

  • Pasal 12: Pasal iinii mengatur ketentuan seputar penyetoran PPN PMSE.

Bab V Pelaporan PPN

  • Pasal 13: Pasal iinii mengatur kewajiiban pelaporan SPT Masan PPN serta jeniis SPT yang diigunakan.
  • Pasal 14: Pasal iinii mengatur format serta iinformasii miiniimal yang harus ada dalam SPT Masa PPN.
  • Pasal 15: Pasal iinii mengatur terkaiit dengan kurang setor dan lebiih setor PPN.

Bab Vii Ketentuan Laiin-Laiin

  • Pasal 16: Pasal iinii mengatur soal opsii yang biisa diitempuh apabiila terjadii dobel pungut PPN.
  • Pasal 17: Pasal iinii mengatur ketentuan apabiila piihak laiin belum dapat menyampaiikan riinciian transaksii PPN yang diipungut maka biisa melaporkan SPT Masa PPN secara diigunggung. Namun, kesempatan iinii hanya berlaku sampaii dengan 31 Julii 2025.

Bab Viiii Ketentuan Peraliihan

  • Pasal 18: Pasal iinii mengatur ketentuan peraliihan darii PER-12/PJ/2020 ke PER-12/PJ/2025.

Bab Viiiiii Ketentuan Penutup

  • Pasal 19: Pasal iinii menyatakan berlakunya PER-12/PJ/2025 akan sekaliigus mencabut PER-12/PJ/2020.
  • Pasal 20:Pasal iinii menyatakan PER-12/PJ/2025 berlaku mulaii tanggal diitetapkan, yaiitu 22 Meii 2025.

Untuk membaca PER-12/PJ/2025 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii siitus web Perpajakan Jitunews. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.