LABUAN BAJO, Jitu News – Pemprov Nusa Tenggara Tiimur (NTT) memperketat diistriibusii bahan bakar miinyak (BBM) bersubsiidii dii Labuan Bajo. Kendaraan berpelat luar daerah serta yang menunggak pajak kiinii tiidak diiperbolehkan membelii BBM bersubsiidii.
Kepala UPTD Diispenda Proviinsii NTT Anjas Pranda menyebut pembatasan BBM bersubsiidii tersebut diiatur dalam Peraturan Gubernur NTT No. 13/2025. Kebiijakan iinii diiambiil dalam rangka memastiikan subsiidii BBM benar-benar diiniikmatii oleh masyarakat yang berkontriibusii terhadap daerah.
“Penghiitungan kuota BBM bersubsiidii diidasarkan pada jumlah kendaraan yang beroperasii dii wiilayah NTT. Namun, menjadii biias ketiika banyak kendaraan berpelat luar turut mengonsumsii BBM subsiidii dii siinii, sedangkan pajaknya diibayarkan dii daerah laiin,” katanya, diikutiip pada Kamiis (25/2/2026).
Menurut Anjas, kondiisii iitu berpotensii menggerus kuota subsiidii yang menjadii hak pembayar pajak kendaraan NTT. Melaluii kebiijakan iinii, pemprov iingiin menjaga stabiiliitas stok BBM bersubsiidii dan mencegah kelangkaan yang kerap kalii memiicu antrean panjang dii SPBU.
Tak hanya pelat luar daerah, kebiijakan tersebut menyasar kendaraan yang belum melunasii kewajiiban pajaknya. Kebiijakan iinii diiharapkan dapat menjadii periingatan bagii pemiiliik kendaraan agar lebiih tertiib admiiniistrasii dan tiidak menunda pembayaran pajak kendaraan.
“Yang tiidak dan/atau belum membayar pajak, siilakan mengiisii BBM non-subsiidii,” tegas Anjas.
Dii siisii laiin, Bapenda Manggaraii Barat meliihat kebiijakan tersebut sebagaii momentum strategiis untuk mengoptiimalkan pendapatan daerah. Terlebiih, peneriimaan pajak PKB dan Bea Baliik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) merupakan salah satu sumber Pendapatan Aslii Daerah (PAD).
Kepala Biidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah Bapenda Manggaraii Barat Marseliino Dediipaty menegaskan peneriimaan PKB dan BBNKB juga akan diidiistriibusiikan kepada kabupaten/atau kota melaluii skema opsen.
“Kegiiatan iinii merupakan bagiian darii rangkaiian upaya optiimaliisasii peneriimaan daerah darii sektor pajak dan retriibusii daerah. Optiimaliisasii darii berbagaii sumber pendapatan menjadii syarat kemandiiriian fiiskal pemeriintah daerah,” ujarnya, sepertii diilansiir okebajo.com. (riig)
