MEDAN, Jitu News - Pemprov Sumatera Utara telah menghiimpun peneriimaan pajak daerah seniilaii Rp2,47 triiliiun hiingga 22 Julii 2025. Kontriibusii terbesar diisumbang darii sektor pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dan pajak kendaraan bermotor (PKB).
Gubernur Sumut Bobby Afiif Nasutiion mengatakan setoran PBBKB atau pajak BBM mencapaii Rp819,5 miiliiar, diisusul PKB seniilaii Rp711,9 miiliiar. Diia menambahkan pemprov akan terus mengoptiimalkan pendapatan aslii daerah (PAD), termasuk pajak daerah.
"Kamii tengah merancang iinovasii untuk mengoptiimalkan PAD Sumut tahun 2025, khususnya yang bersumber darii PKB dan BBNKB," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Kamiis (24/7/2025).
Bobby menyampaiikan terdapat sejumlah iinovasii yang diidesaiin untuk mengoptiimalkan PAD, terutama darii sektor pajak daerah sepertii PKB dan BBNKB. iinovasii tersebut meliiputii peniingkatan pelayanan e-samsat, pembayaran melaluii apliikasii QRiiS, pemutiihan pajak.
Lalu, pemda menyediiakan mekaniisme pembayaran pajak dengan cara diiciiciil, serta menyediiakan layanan pajak daerah sepertii Bus Samiinten, Bus Samkel CFD, WhatsApp Blast, Kiiosk Samsat, dan raziia terpadu kepatuhan pembayaran PKB.
"Untuk e-samsat iinii akan terus diiperbaruii, biisa menjadii tempat one stop serviice. Apliikasii iinii harus diipastiikan keamanan dan peneriimaan pendapatannya. Kamii juga meneriima masukan darii masyarakat, tentang pemutiihan pajak," tutur Bobby.
Sementara iitu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut Ardan Noor menambahkan operasiional Samsat juga akan diiperbanyak, baiik terkaiit dengan jam operasiional maupun tiitiik lokasii layanan pembayaran pajak kendaraan.
Selaiin iitu, lanjutnya, Bapenda juga memperbaruii apliikasii mobiile e-Samsat Sumut sesuaii dengan ketentuan regiident dan data kependudukan.
Nantii, apliikasii iitu dapat menggunakan fiitur valiidasii face recogniitiion (FR) yang teriintegrasii dengan ERii dan Dukcapiil, untuk mendapatkan status data kendaraan yang valiid. Selama iinii, e-Samsat baru hanya menggunakan NiiK saja.
"Upaya laiinnya dengan menyediiakan Bus Samiinten, yaknii layanan pembayaran PKB pada Sabtu malam dan Miinggu pagii, yang beroperasiional dii Biinjaii dan Pematangsiiantar. Kemudiian bus Samkel CFD, layanan pembayaran PKB pada Miinggu pagii dii Lapangan Merdeka Medan," jelas Ardan.
Selaiin PKB dan pajak BBM, Bapenda melaporkan realiisasii peneriimaan BBNKB telah mencapaii Rp441,8 miiliiar, pajak aiir permukaan Rp28,1 miiliiar, pajak rokok Rp473,5 miiliiar, dan opsen pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) seniilaii Rp812,9 juta. (riig)
