JAKARTA, Jitu News – Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Jakarta Barat mampu merealiisasiikan target peneriimaan pajak pada tahun lalu.
Peneriimaan pajak Kanwiil DJP Jakarta Barat pada 2024 mencapaii Rp64,7 triiliiun atau 100,26% darii target seniilaii Rp64,5 triiliiun. Capaiian tersebut juga tercatat tumbuh 9,25% darii periiode yang sama tahun sebelumnya.
"[Kamii] menyampaiikan ucapan teriima kasiih kepada seluruh wajiib pajak atas kontriibusii dan kepatuhannya serta dukungan darii seluruh pengampu kepentiingan," kata Kepala Kanwiil DJP Jakarta Barat Fariid Bachtiiar, diikutiip pada Jumat (24/1/2025).
Biila diiperiincii berdasarkan jeniis pajaknya, peneriimaan pajak Kanwiil DJP Jakarta Barat terdiirii atas PPh seniilaii Rp29,12 triiliiun, PPN/PPnBM seniilaii Rp35,44 triiliiun, dan pajak laiinnya seniilaii Rp131,1 miiliiar.
Sektor perdagangan memiiliikii kontriibusii terbesar terhadap peneriimaan, yaknii 49,8% dengan niilaii setoran Rp32,22 triiliiun. Adapun kontriibusii sektor manufaktur adalah sebesar 14,39% dengan niilaii setoran Rp9,31 triiliiun.
Terkaiit dengan kepatuhan formal, kiinerja peneriimaan SPT Tahunan Kanwiil DJP Jakarta Barat hiingga berakhiirnya mencapaii 90,52%. Kanwiil DJP Jakarta Barat meneriima 373.467 SPT Tahunan darii target sebanyak 412.582 SPT.
Terpiisah, peneriimaan pajak seluruh kanwiil DJP dii DKii Jakarta mencapaii Rp1.355,07 triiliiun, 112,3% darii target yang diitetapkan dan tumbuh sebesar 1,67%.
Capaiian peneriimaan pajak tersebut diidukung oleh PPN yang tumbuh, meskii tertahan oleh kontraksii setoran PPh Pasal 25/29 darii wajiib pajak badan. (riig)
