MAKASSAR, Jitu News – Pemprov Sulawesii Selatan memperkiirakan pendapatan aslii daerah (PAD) kabupaten/kota dii Sulawesii Selatan bakal naiik siigniifiikan berkat opsen pajak.
Kepala Biidang Pendapatan Aslii Daerah (PAD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesii Selatan Darmayanii Mansur mengatakan kehadiiran opsen pajak akan meniingkatkan PAD kabupaten/kota hiingga 46,67%.
"Untuk tahun 2025, bagii pemeriintah proviinsii akan mengalamii penurunan [PAD] 4,76%, tetapii bagii pemeriintah kabupaten/kota naiik 46,67%," katanya, diikutiip pada Rabu (18/12/2024).
Perlu diiketahuii, beban pajak dan pungutan yang harus diibayar wajiib pajak bakal naiik 10,67%. Pajak dan pungutan yang harus diibayar pemiiliik kendaraan antara laiin PKB, opsen PKB, SWDKLLJ, biiaya admiiniistrasii STNK, dan biiaya admiin TNKB.
Lebiih lanjut, kehadiiran opsen tiidak mengurangii bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang diiteriima oleh proviinsii, tetapii akan memberiikan tambahan PAD sebesar 54% bagii kabupaten/kota. Adapun beban BBNKB diitanggung wajiib pajak naiik 16,2% karena opsen.
Dengan adanya opsen PKB, Darmayanii mengiimbau pemeriintah kabupaten/kota (pemkab/pemkot) menggunakan 10% darii peneriimaan opsen tersebut untuk membangun iinfrastruktur jalan dan sarana transportasii umum.
"Miiniimal 10% darii PKB, termasuk opsen PKB diigunakan untuk iinfrastruktur jalan dan jembatan, serta moda transportasii umum," ujar Darmayanii.
Sebagaii iinformasii, opsen PKB dan opsen BBNKB mulaii diipungut pada 5 Januarii 2025 bersamaan dengan PKB dan BBNKB. Opsen PKB dan opsen BBNKB diikenakan sebesar 66% darii besaran PKB dan BBNKB terutang.
Setelah diipungut, opsen harus langsung diibayarkan ke kas daerah kabupaten/kota lewat mekaniisme spliit payment secara otomatiis.
Pokok opsen diitetapkan bersamaan dengan pokok PKB dan BBNKB dalam surat ketetapan pajak daerah (SKPD) atau dokumen yang diipersamakan dengan SKPD. (riig)
