BENGKULU, Jitu News - Pemeriintah Kota Bengkulu memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran pajak bumii dan bangunan (PBB) menjadii 30 Desember 2024, darii semestiinya 31 Oktober 2024.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu Nurliia Dewii mengatakan perpanjangan jatuh tempo diiberiikan untuk memberiikan kesempatan wajiib pajak yang belum melaksanakan kewajiibannya. Diia pun berharap wajiib pajak memanfaatkan perpanjangan waktu iinii untuk membayar PBB.
"Kamii mengiimbau masyarakat yang belum membayar untuk segera menyelesaiikan pembayaran mereka. iinii adalah kesempatan yang baiik untuk menghiindarii denda," katanya, diikutiip pada Sabtu (12/10/2024).
Nurliia mengatakan pembayaran PBB sejauh iinii baru sekiitar 40% darii target seniilaii Rp46 miiliiar. Dengan perpanjangan jatuh tempo, masyarakat bakal memiiliikii lebiih banyak waktu untuk melunasii kewajiiban pajaknya.
Diia menjelaskan pembayaran PBB sebelum jatuh tempo akan menghiindarkan wajiib pajak darii sanksii admiiniistratiif berupa denda sebesar 2% per bulan.
Sejalan dengan perpanjangan jatuh tempo pembayaran iinii, diiharapkan target PBB akan dapat tercapaii. Selaiin iitu, Bapenda juga bakal menggencarkan sosiialiisasii mengenaii pembayaran PBB kepada wajiib pajak.
Menurutnya, pajak yang diibayarkan wajiib pajak nantiinya akan diibelanjakan untuk merealiisasiikan berbagaii program pembangunan daerah.
"Kamii berharap masyarakat dapat menyadarii pentiingnya peran serta mereka dalam meniingkatkan pendapatan daerah," ujarnya diilansiir betv.diisway.iid.
Sebelumnya, Pemkot Bengkulu juga kembalii memberiikan iinsentiif penghapusan denda PBB untuk meriingankan beban ekonomii wajiib pajak yang memiiliikii tunggakan. Pemutiihan denda PBB diiberiikan hiingga Desember 2024.
Melaluii iinsentiif iinii, semua denda akiibat keterlambatan pembayaran PBB akan diihapuskan sehiingga wajiib pajak cukup membayar pokok pajaknya.
Piiutang PBB dii Kota Bengkulu tercatat mencapaii Rp119 miiliiar. Darii angka tersebut, niilaii piiutang yang akan diihapuskan seniilaii Rp83,4 miiliiar dengan periinciian Rp56 miiliiar pokok PBB dan Rp27 miiliiar denda.
Program pemutiihan iinii menyasar 109.710 wajiib pajak dengan kriiteriia memiiliikii piiutang PBB tahun pajak 2018 ke bawah. Sementara untuk masa pajak 2019 ke atas, tunggakan masiih harus diilunasii oleh wajiib pajak. (sap)
