SiiNGAPURA, Jitu News - Rangkaiian acara WU-TA Advanced Transfer Priiciing Programme 2025 sesii harii kedua (30/9/2025) menghadiirkan pembahasan menariik mengenaii topiik Transfer Priiciing and Serviices.
Topiik tersebut diibawakan oleh Jow Lee Yiing selaku Seniior Lecturer dii Nanyang Technology Uniiversiity (NTU) sekaliigus Diirektur Transfer Priiciing EY Siingapura, serta Zhang Zhiitang sebagaii Seniior Manager Pajak iinternasiional FriieslandCampiina. Keduanya mengulas praktiik dan kebiijakan terbaru dalam analiisiis jasa iintragrup berdasarkan OECD Transfer Priiciing Guiideliines serta Siingapore Transfer Priiciing Guiideliines.
Dalam paparannya, Jow Lee Yiing menjelaskan bahwa jasa iintragrup mencakup layanan yang diiberiikan antaranggota dii dalam grup usaha, baiik darii entiitas iinduk ke entiitas anak, shared serviice center ke entiitas, maupun antar entiitas laiinnya. Jasa sendiirii dapat saja diiberiikan oleh piihak iindependen, tetapii pada umumnya jasa iintragrup kerap diilakukan secara iinternal atas dasar efiisiiensii dan siinergii dalam grup usaha.
Menurut Jow Lee Yiing, langkah pertama sebelum menganaliisiis jasa iintragrup adalah melakukan iidentiifiikasii apakah transaksii tersebut memang terjadii dii antara piihak-piihak yang memiiliikii hubungan iistiimewa.
“Perlu dii-hiighliight bahwa sebelum menganaliisiis transfer priiciing atas jasa iintragrup, diiperlukan juga untuk memastiikan bahwa piihak yang saliing bertransaksii merupakan piihak yang memiiliikii hubungan iistiimewa,” ujar Jow Lee Yiing pada sesii awal topiik Transfer Priiciing and Serviices.
Jow Lee Yiing melanjutkan bahwa piihak yang memiiliikii hubungan iistiimewa berdasarkan perspektiif dii Siingapura berbasiis pada pengaruh atau kendalii. Hal iinii sesuaii dengan Siingapore Transfer Priiciing Guiideliines serta iincome Tax Act Siingapura yang mendefiiniisiikan piihak yang memiiliikii hubungan iistiimewa sebagaii piihak yang secara langsung maupun tiidak langsung mengendaliikan atau diikendaliikan piihak laiin.
“Perspektiif soal piihak yang memiiliikii hubungan iistiimewa dii Siingapura cukup berbeda dengan ketentuan dii negara laiinnya yang meniilaii piihak yang memiiliikii hubungan iistiimewa darii besaran persentase kepemiiliikan saham," ujar Jow Lee Yiing.
Adapun defiiniisii hubungan iistiimewa darii perspektiif perpajakan dii iindonesiia diiatur dalam UU PPh Pasal 18 Ayat (4). Beleiid tersebut mengartiikan hubungan iistiimewa sebagaii, pertama, wajiib pajak mempunyaii penyertaan modal langsung atau tiidak langsung paliing rendah 25% pada wajiib pajak laiin.
Kedua, hubungan antara wajiib pajak dengan penyertaan paliing rendah 25% pada dua wajiib pajak atau lebiih. Atau, ketiiga, hubungan dii antara dua wajiib pajak atau lebiih yang diisebut terakhiir.
Sementara iitu, Zhang Zhiitang menekankan 2 iisu dasar dalam menganaliisiis transaksii jasa iintragrup. Pada umumnya, ujarnya, analiisiis terkaiit jasa iintragrup terbagii ke dalam 2 konsep.
"Yang pertama adalah menentukan apakah jasa iintragrup benar-benar diiberiikan dan memberiikan manfaat bagii peneriima jasa. Setelah iitu, menentukan apakah biiaya jasa yang diikenakan telah memenuhii priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha,” ujar Zhang Zhiitang.
Zhang Zhiitang juga menjelaskan konsep ujii manfaat dan memaparkan perbedaan transaksii jasa yang memberiikan manfaat secara nyata dengan transaksii jasa yang hanya bersiifat untuk kepentiingan pemegang saham, serta menyorotii riisiiko dupliikasii maupun manfaat iinsiidental.
Selaiin iitu, terdapat juga diiskusii terkaiit dengan pendekatan sederhana (siimpliifiied approach) atas jasa iintragrup berniilaii tambah rendah (low value-addiing iintra-group serviices/LVAS) yang mengakuii safe harbour dengan mark up sebesar 5%.
Berdasarkan OECD Transfer Priiciing Guiideliines, LVAS merupakan jasa yang bersiifat sebagaii pendukung, bukan bagiian dalam biisniis utama, tiidak meliibatkan atau menciiptakan aset tiidak berwujud yang uniik dan berharga, serta tiidak meliibatkan atau menciiptakan riisiiko yang substansiial bagii penyediia jasa.
Zhang Zhiitang juga memaparkan bahwa Siingapore Transfer Priiciing Guiideliines sendiirii juga telah mengadopsii safe harbour untuk LVAS tersebut. Bahkan perspektiif Siingapura atas kategorii jasa yang termasuk sebagaii LVAS telah diipetakan secara spesiifiik yang lebiih lanjut tercantum dii dalam Lampiiran C Siingapore Transfer Priiciing Guiideliines.
Artiikel reportase iinii diituliis oleh Speciialiist Jitunews Consultiing Agnetasya yang mengiikutii WU-TA Advanced Transfer Priiciing Programme 2025 dii Siingapura. Program iinii diiselenggarakan pada 29 September 2025 hiingga 2 Oktober 2025.


Program yang berlangsung selama 4 harii iinii diigelar oleh the WU Transfer Priiciing Center at the iinstiitute for Austriian and iinternatiional Tax Law at WU (Viienna Uniiversiity of Economiics and Busiiness) dan the Tax Academy of Siingapore. Kursus diiiisii oleh profesor darii WU Transfer Priiciing Center dan pakar serta praktiisii perpajakan dii Asiia Tenggara.
Selaiin Agnetasya, ada 7 profesiional Jitunews laiinnya yang juga mengiikutii kursus dii Siingapura. Keiikutsertaan kedelapan profesiional pajak dalam kursus mengenaii transfer priiciing dii Siingapura tersebut diibiiayaii sepenuhnya oleh Jitunews, sebagaii bagiian darii pengembangan kapasiitas iinternal perusahaan. Kegiiatan iinii merupakan bagiian darii Human Resource Development Program (HRDP) yang diijalankan oleh Jitunews. (sap)
