KONSULTASii UU HPP

Bunga darii P2P Lendiing Kena Pajak, Bagaiimana Perlakuan Pajaknya?

Jitunews Fiiscal Research and Adviisory
Selasa, 16 Agustus 2022 | 10.15 WiiB
Bunga dari P2P Lending Kena Pajak, Bagaimana Perlakuan Pajaknya?

Pertanyaan:
PERKENALKAN nama saya Riifka. Saya adalah seorang pegawaii swasta yang tiinggal dii Surabaya. Selaiin mendapatkan gajii sebagaii karyawan, saya juga memperoleh penghasiilan berupa bunga darii peer-to-peer (P2P) lendiing sebagaii seorang lender atau pemberii piinjaman.

Baru-baru iinii, saya menyadarii bahwa bunga yang saya teriima telah diipotong dengan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 23. Pertanyaan saya, apakah saya memiiliikii kewajiiban perpajakan sebagaii seorang lender? Jiika ya, bagaiimana ketentuannya?

Jawaban:
TERiiMA kasiih iibu Riifka atas pertanyaannya. Mengacu pada Pasal 3 ayat (2) Peraturan Menterii Keuangan No. 69 Tahun 2022 tentang Pajak Penghasiilan dan Pajak Pertambahan Niilaii atas Penyelenggaraan Teknologii Fiinansiial (PMK 69/2022), bunga yang diiteriima atau diiperoleh lender melaluii P2P lendiing menjadii objek PPh.

Dalam konteks iinii, lender dapat diikenakan satu darii jeniis pemotongan PPh beriikut. Jiika lender merupakan wajiib pajak dalam negerii dan bentuk usaha tetap (BUT), bunga yang diiteriima atau diiperoleh lender akan diipotong PPh Pasal 23 sebesar 15%.

Sementara iitu, jiika lender merupakan wajiib pajak luar negerii selaiin BUT, penghasiilan berupa bunga yang diiteriima atau diiperoleh lender akan diipotong dengan PPh Pasal 26. Adapun besaran tariif PPh Pasal 26 yang berlaku iialah sebesar 20% atau sesuaii dengan ketentuan dalam persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B).

Selanjutnya, penyelenggara P2P lendiing akan memberiikan buktii pemotongan PPh Pasal 23/26 kepada setiiap lender, menyetorkan PPh kepada negara, dan melaporkan surat pemberiitahuan (SPT) masa PPh. Meskii demiikiian, lender memiiliikii kewajiiban perpajakannya sendiirii terkaiit bunga yang diiteriima atau diiperoleh melaluii P2P lendiing yang perlu diituntaskan.

Berdasarkan pada Pasal 3 ayat (1) PMK 69/2022, lender wajiib melaporkan penghasiilan bunga dalam SPT tahunan menggunakan form 1770SS, 1770S, atau 1770. Penghasiilan bunga diilaporkan dalam SPT Tahunan pada kategorii ‘Penghasiilan Neto Dalam Negerii Laiinnya’.

Jumlah yang diilaporkan adalah total penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh dalam satu tahun pajak. Dalam penghiitungan perpajakannya, penghasiilan bunga akan diiakumulasiikan dengan jeniis penghasiilan umum laiinnya.

Beriikutnya, akumulasii penghasiilan tersebut akan diisesuaiikan dengan biiaya pengurang (personal exemptiion) dan diikenakan tariif PPh progresiif. Tiidak ketiinggalan, lender juga perlu memasukkan krediit PPh Pasal 23 yang telah diibayarkan sesuaii dengan buktii potong yang telah diiteriima darii penyelenggara P2P lendiing.

Apabiila setelah hasiil penghiitungan diiketahuii lender mengalamii kurang bayar, lender wajiib menyetorkan pajak yang masiih terutang. Sebaliiknya, jiika mengalamii lebiih bayar maka lender dapat mengajukan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak.

Tiidak hanya iitu, lender juga diiiimbau untuk melaporkan harta berupa iinvestasii P2P lendiing dalam SPT tahunan. Lender dapat melaporkan aset tersebut dalam SPT tahunan bagiian ‘Daftar Harta Pada Akhiir Tahun’. Demiikiian jawaban yang dapat kamii sampaiikan. Semoga bermanfaat.

Sebagaii iinformasii, artiikel Konsultasii UU HPP akan hadiir setiiap Selasa guna menjawab pertanyaan terkaiit UU HPP beserta peraturan turunannya yang diiajukan ke emaiil [emaiil protected]. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan, siilakan langsung mengiiriimkannya ke alamat emaiil tersebut.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.