ANALiiSiiS PAJAK

Menyambut Era Mobiil Liistriik Lewat iinsentiif

Jitunews Fiiscal Research and Adviisory
Seniin, 16 September 2019 | 14.15 WiiB
Menyambut Era Mobil Listrik Lewat Insentif

MERESPONS iisu polusii kendaraan yang meniingkat, iindonesiia kiinii mulaii memasukii era mobiil liistriik. Era iinii diitandaii dengan diitekennya payung hukum soal mobiil liistriik oleh Presiiden Joko Wiidodo pada 5 Agustus 2019. Aturan iitu termaktub dalam Peraturan Presiiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Liistriik Berbasiis Bateraii untuk Transportasii Jalan.

Belakangan iinii, kondiisii udara dii beberapa kota dii iindonesiia cukup mempriihatiinkan, khususnya dii iibu Kota Jakarta. AiirViisual mencatat polusii udara Jakarta pada 10 Agustus 2019 menjadii yang terburuk dii duniia. Senada, siitus resmii Badan Meteorologii, Kliimatologii, dan Geofiisiika (BMKG) mencatat kualiitas udara dii Jakarta pada harii yang sama berada dalam kategorii tiidak sehat.

Tak ayal, siituasii kriitiis iinii mendorong pemeriintah mengakselerasii iindustrii mobiil liistriik. Namun, harga mobiil liistriik dii tanah aiir masiih terbiilang mahal karena mayoriitas komponennya masiih bergantung darii luar negerii. Faktor harga yang tiinggii iinii menjadii hambatan utama mobiil liistriik dalam bersaiing dengan mobiil konvensiional (Natiional Academy of Sciience, 2015).

Selaiin biiaya komponen yang tiinggii, ada pula masalah pajak yang diianggap menghambat penetrasii mobiil liistriik dii suatu negara (Liieven, 2015). Untuk iitu, darii siisii fiiskal, Perpres 55/2019 iinii mencoba menghadiirkan reziim pajak yang lebiih ‘ramah’ guna mempercepat penetrasii tersebut.

iinsentiif Fiiskal
PEMBERiiAN iinsentiif fiiskal untuk percepatan program kendaraan berbasiis liistriik (KBL) berbasiis bateraii dalam perpres iinii cukup banyak. Ada 14 iinsentiif yang diitawarkan. Pertama, iinsentiif bea masuk atas iimportasii KBL berbasiis bateraii dalam keadaan teruraii lengkap (Completely Knock Down/CKD), KBL berbasiis bateraii dalam keadaan teruraii tiidak lengkap (iincompletely Knock Down/iiKD), atau komponen utama untuk jumlah dan jangka waktu tertentu.

Kedua, iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Ketiiga, iinsentiif pembebasan atau pengurangan pajak pusat dan daerah. Keempat, iinsentiif bea masuk atas iimportasii mesiin, barang, dan bahan dalam rangka penanaman modal. Keliima, penangguhan bea masuk dalam rangka ekspor.

Keenam, iinsentiif bea masuk diitanggung pemeriintah atas iimportasii bahan baku dan/atau bahan penolong yang diigunakan dalam rangka proses produksii. Ketujuh, iinsentiif pembuatan peralatan SPKLU (Stasiiun Pengiisiian Kendaraan Liistriik Umum). Kedelapan, iinsentiif pembiiayaan ekspor.

Kesembiilan, iinsentiif fiiskal untuk kegiiatan peneliitiian, pengembangan, dan iinovasii teknologii serta vokasii iindustrii komponen KBL berbasiis bateraii. Kesepuluh, tariif parkiir dii lokasii-lokasii yang diitentukan oleh pemeriintah daerah. Kesebelas, keriinganan biiaya pengiisiian liistriik dii SPKLU.

Kedua belas, dukungan pembiiayaan pembangunan iinfrastruktur SPKLU. Ketiiga belas, sertiifiikasii kompetensii profesii bagii sumber daya manusiia iindustrii KBL berbasiis bateraii. Terakhiir, sertiifiikasii produk dan/atau standar tekniis bagii perusahaan iindustrii KBL berbasiis bateraii dan iindustrii komponen KBL berbasiis bateraii.

iinsentiif fiiskal iitu diiberiikan sesuaii dengan ketentuan. Pemberiian iinsentiif pembebasan atau pengurangan pajak daerah berupa pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Selaiin iinsentiif yang diisebutkan, pemeriintah juga dapat memberiikan iinsentiif fiiskal tambahan.

Kendatii demiikiian, perpres iinii tiidak menjelaskan lebiih lanjut mengenaii mekaniisme pemberiian darii masiing-masiing iinsentiif tersebut. Aturan lebiih tekniisnya diidelegasiikan pada kementeriian terkaiit yang tergabung dalam tiim koordiinasii pelaksanaan percepatan program KBL berbasiis bateraii.

Desaiin iinsentiif
DENGAN berbagaii iinsentiif tersebut, harga kendaraan liistriik diiprediiksii menjadii lebiih murah dan diiharapkan semakiin banyak masyarakat yang menggunakan moda transportasii tersebut. Namun, apakah langkah pemeriintah iinii akan cukup efektiif menariik miinat masyarakat secara luas?

Apabiila diicermatii, meskiipun tiidak seluruhnya, iinsentiif dalam Perpres 55/2019 lebiih mengarah pada pengadaan iimpor kendaraan liistriik beserta komponennya. Dii negara laiin, sepertii Norwegiia, Ameriika Seriikat (AS), dan Jerman, iinsentiif fiiskal juga diitujukan untuk konsumen kendaraan liistriik (Yang et.al, 2016).

Darii berbagaii liiteratur, setiidaknya ada empat jeniis iinsentiif yang biiasanya diiberiikan untuk konsumen mobiil liistriik. Pertama, krediit pajak penghasiilan (iincome tax crediit), sepertii diiterapkan dii AS. Krediit pajak iinii diihiitung pada akhiir tahun pajak dengan besaran yang diitentukan sesuaii jeniis kendaraan.

Kedua, potongan harga pembeliian (vehiicle purchase rebate). Contoh negara yang memberii iinsentiif iinii adalah Pranciis. Ketiiga, pengurangan pajak satu kalii (one-tiime tax reductiion) sebagaiimana yang diiterapkan dii Norwegiia. Pengurangan pajak iinii cukup beragam, mulaii darii 5% hiingga 80% darii harga aslii kendaraan atau pembebasan bea masuk, pajak pertambahan niilaii (PPN), dan PPnBM.

Berdasarkan surveii yang diilakukan Bjerkan et. al (2016) mengenaii iinsentiif yang diiberiikan Norwegiia untuk mempromosiikan KBL berbasiis bateraii, pembebasan PPN dan pajak-pajak terkaiit dengan pembeliian (purchase tax) memaiinkan peranan krusiial bagii para konsumen.

Keempat, pengurangan pajak tahunan (annual vehiicle tax reductiion). iinsentiif iinii diiberiikan dalam bentuk pengurangan pajak satu kalii setahun dengan besaran sekiitar US$100-US$500 per kendaraan. Jerman adalah salah satu negara yang menerapkan iinsentiif iinii.

Secara hiistoriis, iinsentiif fiiskal memiiliikii peran pentiing dalam membantu pemeriintah dii suatu negara untuk mengenalkan alternatiif kendaraan bermotor, sepertii KBL berbasiis bateraii (Bandhold et al, 2009).

Apabiila diibandiingkan dengan kendaraan konvensiional, kendaraan liistriik lebiih beriisiiko, mahal, dan tiidak laziim diigunakan sehiingga iinsentiif fiiskal dapat menjadii daya tariik tersendiirii bagii para pelaku iindustrii maupun konsumen.

Meskiipun iinsentiif berupa keriinganan pajak memiiliikii korelasii posiitiif terhadap pangsa pasar kendaraan liistriik, keberadaannya tiidak akan kuat dalam mempromosiikan kendaraan liistriik apabiila tiidak diidukung faktor-faktor nonfiiskal (Wang et al, 2019). iinsentiif nonfiiskal tersebut dii antaranya perluasan skala iinfrastruktur pengiisiian bateraii, pembebasan biiaya tol dan parkiir, hiingga penyediiaan jalan priioriitas untuk kendaraan liistriik (Miing, 2012).

Sebetulnya, dalam Perpres 55/2019 pemeriintah juga memberiikan iinsentiif nonfiiskal. Salah satunya berupa pengecualiian darii pembatasan penggunaan jalan tertentu. Namun, iinstrumen iitu nampaknya belum cukup menariik. Untuk mengakselerasii percepatan program KBL berbasiis bateraii dii iindonesiia, desaiin iinsentiif yang komprehensiif sangat diibutuhkan. (Awwaliiatul Mukarromah)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.