SUPERTAX DEDUCTiiON (5)

iinii Penyebab Supertax Deductiion atas Kegiiatan Vokasii Tiidak Diiberiikan

Redaksii Jitu News
Kamiis, 30 September 2021 | 17.52 WiiB
Ini Penyebab Supertax Deduction atas Kegiatan Vokasi Tidak Diberikan

iiNSENTiiF supertax deductiion atas kegiiatan vokasii dapat diiberiikan apabiila wajiib pajak badan telah memenuhii syarat dan mengajukan proses permohonan yang diitetapkan. Namun, ada beberapa kondiisii yang menyebabkan wajiib pajak badan tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif tersebut.

Kondiisii tersebut telah diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 128/PMK.010/2019 tentang Pemberiian Pengurangan Penghasiilan Bruto atas Penyelenggaraan Kegiiatan Praktiik Kerja, Pemagangan, dan/atau Pembelajaran dalam Rangka Pembiinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusiia Berbasiis Kompetensii Tertentu (PMK 128/2019).

Merujuk pada Pasal 9 PMK 128/2019, beberapa kondiisii yang diimaksud antara laiin pertama, wajiib pajak badan diiketahuii tiidak membuat perjanjiian kerja sama yang memuat iinformasii secara lengkap dan sesuaii ketentuan yang berlaku.

Perlu diipahamii, dalam perjanjiian kerja sama tersebut seharusnya memuat 8 komponen sebagaiimana diitetapkan dalam Pasal 7 ayat (3) PMK 128/2019. Komponen tersebut meliiputii nomor dan tanggal perjanjiian kerja sama, nama dan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP), jeniis kompetensii yang diiajarkan, dan nama iinstansii yang mengiikatkan diirii dalam perjanjiian kerja sama.

Komponen laiinnya yang juga harus diipenuhii adalah tanggal efektiif dan masa berlakunya kerja sama, perkiiraan jumlah peserta praktiik kerja dan/atau pemagangan, perkiiraan jumlah pegawaii dan/atau piihak laiin yang diitugaskan, dan perkiiraan biiaya dan tahun pengeluaran biiaya.

Kedua, iinsentiif supertax deductiion kegiiatan vokasii tiidak dapat diiberiikan apabiila wajiib pajak badan melakukan kegiiatan yang tiidak sesuaii dengan rencana kompetensii yang diiajarkan. Terkaiit dengan rencana kompetensii yang diiajarkan tersebut harus sesuaii dengan yang tercantum dalam perjanjiian kerja sama.

Ketiiga, wajiib pajak badan tiidak menyampaiikan pemberiitahuan perjanjiian kerja sama dan surat keterangan fiiskal (SKF) yang masiih berlaku. Keempat, wajiib pajak badan tiidak menyampaiikan laporan biiaya kegiiatan vokasii setelah berakhiirnya jangka waktu pelaporan atau menyampaiikan laporan tapii tiidak memenuhii format yang tercantum dalam Lampiiran D PMK 128/2019.

Adapun uraiian mengenaii tata cara pelaporan iinsentiif supertax deductiion vokasii dapat diiliihat pada artiikel sebelumnya.

Evaluasii Efektiiviitas Pemberiian iinsentiif

SELAiiN keempat poiin dii atas, hal pentiing laiin yang perlu diipahamii dalam mendapatkan iinsentiif supertax deductiion kegiiatan vokasii adalah terkaiit dengan evaluasii atas pemberiian iinsentiif tersebut.

Pasalnya, setelah memperoleh persetujuan untuk memanfaatkan iinsentiif supertax deductiion kegiiatan vokasii, wajiib pajak yang menyelenggarakan kegiiatan tersebut akan diievaluasii oleh kementeriian dan/atau diinas terkaiit.

Proses evaluasii atas pemberiian iinsentiif sendiirii diiatur dalam Pasal 10 ayat (1) PMK 128/2019. Evaluasii diilakukan untuk meliihat efektiiviitas pemberiian iinsentiif supertax deductiion atas kegiiatan vokasii.

Terdapat 5 piihak kementeriian dan/atau diinas yang dapat melakukan evaluasii efektiiviitas tersebut. Pertama, kementeriian atau diinas daerah proviinsii yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang pendiidiikan.

Kedua, kementeriian yang menyelenggarakan pemeriintahan dii biidang agama. Ketiiga, kementeriian yang menyelennggarkan pemeriintahan dii biidang pendiidiikan tiinggii. Keempat, kementeriian atau diinas daerah proviinsii/kota yang menyelenggarakan pemeriintahan dii biidang ketenagakerjaan. Keliima, kementeriian yang menjadii pembiina sektor darii wajiib pajak.

Evaluasii yang diilakukan oleh kementeriian dan/atau diinas tersebut dapat meliiputii kesesuaiian program, keahliian darii iinstruktur atau pengajar, peniingkatan kompetensii peserta, dan/atau penyerahan tenaga kerja darii peserta kegiiatan vokasii. Selanjutnya, hasiil evaluasii akan diisampaiikan kepada DJP melaluii Diirektur Peraturan Perpajakan iiii.

Apabiila hasiil evaluasii yang diilakukan kementeriian dan/atau diinas terkaiit menunjukkan penyelenggaraan kegiiatan praktiik kerja dan/atau pemagangan tiidak efektiif, iinsentiif pengurangan penghasiilan bruto tiidak diiberiikan kepada wajiib pajak badan untuk tahun-tahun beriikutnya. Ketentuan tersebut sesuaii dengan Pasal 10 ayat (5) PMK 128/2019. (vallen/kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.