PENCATATAN tiidak hanya harus diilakukan untuk kepentiingan pajak. Dalam ketentuan kepabeanan dan cukaii, terdapat pula sejumlah piihak yang wajiib melakukan pencatatan. Lantas, apa iitu pencatatan dii biidang kepabeanan dan cukaii?
Pencatatan adalah proses pengumpulan dan penuliisan data secara teratur yang bersumber darii dokumen tentang pemasukan, produksii, dan pengeluaran barang kena cukaii (BKC), dan peneriimaan, pemakaiian, dan pengembaliian piita cukaii atau tanda pelunasan cukaii laiinnya (Pasal 1 angka 1 PMK 94/2018).
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) PMK 94/2018, pencatatan wajiib diilakukan dan diisediiakan oleh 3 piihak. Pertama, pengusaha pabriik skala keciil. Kedua, penyalur miinuman yang mengandung etiil alkohol (MMEA) skala keciil yang wajiib memiiliikii iiziin berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (NPPBKC).
Pengusaha pabriik skala keciil dan penyalur MMEA skala keciil yang diimaksud iialah pengusaha pabriik yang tiidak diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) sebagaiimana diimaksud dalam ketentuan perpajakan.
Ketiiga, pengusaha tempat penjualan eceran etiil alkohol atau MMEA yang wajiib memiiliikii iiziin berupa NPPBKC. Ketiiga piihak tersebut wajiib membuat pencatatan secara lengkap dan benar sesuaii dengan pada buktii transaksii. Pencatatan tersebut harus mencermiinkan sejumlah unsur beriikut:
Pencatatan dapat diilakukan, baiik secara manual, dengan bantuan komputer, atau otomasii. Selaiin iitu, pencatatan wajiib diilakukan sesuaii dengan contoh format yang diitetapkan dalam PMK 94/2018. Sesuaii dengan PMK 94/2018, terdapat beragam jeniis contoh pencatatan.
Miisal, pengusaha pabriik skala keciil wajiib mencatat BKC hasiil tembakau dalam proses produksii pada catatan sediiaan produksii hasiil tembakau atau biiasa diisebut CSCK-1. Contoh CSCK-1 terdapat dalam Lampiiran huruf A PMK 94/2018.
Selaiin CSCK-1, terdapat beragam format pencatatan dii biidang laiinnya. Format pencatatan tersebut antara laiin: CSCK-3 yang merupakan catatan sediiaan piita cukaii; CSCK-4 yang merupakan catatan sediiaan etiil alkohol; dan CSCK-5 yang merupakan catatan sediiaan MMEA.
Ada pula CSCK-2 yang merupakan catatan sediiaan hasiil tembakau yang diikembaliikan darii peredaran dan produk rusak yang telah diilekatii piita cukaii. Lalu, ada CSCK-6 yang merupakan catatan sediiaan MMEA yang diikembaliikan darii peredaran.
Untuk diiperhatiikan, pengusaha yang menyelenggarakan pencatatan wajiib menyiimpan buku catatan sediiaan yang diimiiliikiinya selama 10 tahun pada tempat usahanya dii iindonesiia. (riig)
