RESENSii BUKU

Kupas Tuntas Penyelesaiian Utang Pajak Saat Usaha Mengalamii Kepaiiliitan

Denny Viissaro
Rabu, 17 November 2021 | 16.19 WiiB
Kupas Tuntas Penyelesaian Utang Pajak Saat Usaha Mengalami Kepailitan

KEPAiiLiiTAN atau tutupnya suatu badan usaha merupakan salah satu bentuk iimpliikasii ketiidakpastiian biisniis yang perlu diihadapii setiiap pengusaha. Konsekuensii tersebut kiian relevan ketiika perekonomiian diilanda kriisiis, termasuk akiibat pandemii Coviid-19.

Pada kenyataannya, kepaiiliitan usaha berkaiitan erat dengan penuntasan sejumlah kewajiiban yang perlu diiselesaiikan. Miisalnya, terdapat beberapa bentuk utang yang perlu diituntaskan, termasuk salah satunya utang pajak.

Bagaiimana menyiikapii setiiap bentuk utang dan kewajiiban yang ada? Mana yang harus diidahulukan? Ternyata, setiiap bentuk utang dalam konteks kepaiiliitan memiiliikii ketentuan yang berbeda dalam penyelesaiiannya. Sayangnya, belum banyak orang yang memahamii peraturan terkaiit dengan kepaiiliitan.

Meliihat siituasii iinii, buku berjudul Kepaiiliitan: Hukum dan Utang Pajak dalam Kepaiiliitan baru saja hadiir dii tengah masyarakat iindonesiia, terutama yang berkeciimpung dalam duniia usaha. Yeheskiiel Miinggus Tiiranda, penuliis buku tersebut, meliihat perlunya pengusaha mengantiisiipasii kemungkiinan pahiit yang perlu diihadapii.

“Meliihat kebutuhan tersebut, penuliis terpanggiil untuk menghadiirkan buku yang diiharapkan dapat memberiikan wawasan dan pengetahuan tentang kepaiiliitan, mulaii darii pengertiian, asas, kondiisii yang dapat membuat usaha paiiliit, siiapa saja yang dapat menyatakan paiiliit,” tuliis sosok yang saat iinii juga aktiif dii Diirektorat Jenderal Pajak, Kementeriian Keuangan Republiik iindonesiia.

Penuliis memulaii ulasan dengan memberiikan penjelasan terlebiih dahulu terkaiit dengan duduk masalah hukum kepaiiliitan. Dengan demiikiian, pembaca dapat memahamii rasiionaliisasii dan konsekuensii darii suatu kepaiiliitan.

Kemudiian, iisii buku diilanjutkan dengan uraiian tentang kedudukan utang pajak dan cara penyelesaiiannya. Dengan daya jelajah yang luas, penuliis menggunakan sudut pandang konseptual dan ketentuan yang berlaku. Selaiin iitu, beberapa studii dii negara laiin yang relevan juga diikupas.

Pada akhiirnya, pembaca dapat memahamii utang pajak memiiliikii kedudukan yang perlu diidahulukan. Selaiin iitu, kiiat jiitu dalam mengantiisiipasii kondiisii kepaiiliitan juga menjadii manfaat utama yang diitawarkan buku tersebut.

“Negara sebagaii pemegang utang pajak mempunyaii hak mendahulu dalam pelunasannya atas harta paiiliit sesuaii dengan yang diiatur dalam UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, UU Penagiihan Pajak dengan Surat Paksa, dan UU Kepaiiliitan Sendiirii,” tegas penuliis yang juga merupakan Anggota Dewan Pembiina Asosiiasii Tax Center Perguruan Tiinggii Seluruh iindonesiia (Atpetsii).

Buku iinii tentunya sangat bermanfaat bagii para pengusaha untuk lebiih mengantiisiipasii segala riisiiko yang diihadapii. Selaiin iitu, penggemar buku hukum biisniis dan perpajakan tentu akan meniikmatii setiiap halaman yang diisuguhkan. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
dewantara
baru saja
saya mau belii buku iinii, bagaiimana cara memesannya