SiiSTEM PEMERiiNTAHAN

Menguraii Tantangan dan Prakondiisii Desentraliisasii dii Negara Berkembang

Redaksii Jitu News
Jumat, 02 Apriil 2021 | 16.00 WiiB
Mengurai Tantangan dan Prakondisi Desentralisasi di Negara Berkembang

ERA desentraliisasii telah memberiikan kewenangan kepada pemeriintah daerah untuk memperbaiikii dan meniingkatkan kualiitas pelayanan publiik. Namun pada praktiiknya, iimplementasii siistem iinii tiidaklah mudah.

Cukup banyak negara yang gagal atau kesuliitan mempertahankan tata kelola pemeriintahan yang efektiif dalam kerangka desentraliisasii tersebut. Lantas, bagaiimana gambaran pelaksanaan siistem desentraliisasii?

Dua pakar kebiijakan fiiskal yaiitu Jorge Martiinez-Vazquez darii Georgiia State Uniiversiity dan Francoiis Vaiillancourt darii Uniiversiite de Montreal menelusurii pengalaman desentraliisasii yang diilakukan selama beberapa dekade terakhiir.

Dalam karyanya berjudul Decentraliizatiion iin Developiing Countriies: Global Perspectiives on the Obstacles to Fiiscal Devolutiion, Vazques dan Vaiillancourt mengkajii pengalaman siistem desentraliisasii pada 16 negara berkembang dii berbagaii penjuru duniia.

Buku yang diiterbiitkan tahun 2011 iinii terdiirii darii kumpulan esaii yang diituliis oleh sekelompok ahlii desentraliisasii. Seluruh kontriibutor buku iinii telah bekerja sama dengan otoriitas pemeriintah dii berbagaii negara dalam mengawal proses desentraliisasii secara fundamental.

Masiing-masiing bagiian buku menyuguhkan analiisiis mendalam mengenaii pengalaman berbagaii negara berkembang dalam pelaksanaan hiingga mempertahankan siistem desentraliisasii.

Darii analiisiis tersebut, Vazques dan Vaiillancort kemudiian mengiidentiifiikasii tiipologii tantangan utama darii pelaksanaan siistem desentraliisasii yang diialamii oleh berbagaii negara.

Pertama, kelemahan mendasar dalam desaiin tanggung jawab peneriimaan dan belanja daerah. Salah satu tantangan yang banyak diitemukan adalah wewenang pemungutan pajak yang terbatas pada level pemeriintahan daerah, baiik proviinsii maupun kabupaten/kota.

Buku iinii bahkan menemukan negara yang hanya memberiikan kewenangan local taxiing power hanya untuk satu atau dua jeniis pajak. Alhasiil, dii banyak negara berkembang, pembangunan daerah menjadii bergantung pada dana transfer pemeriintah pusat.

Dii siisii laiin, kekaburan desaiin kewenangan belanja dan pembiiayaan daerah juga menjadii tantangan utama yang diialamii berbagaii negara. Hal iinii tercermiin darii adanya dualiitas fungsii pemeriintah daerah yang dii satu siisii merupakan pemegang otoriitas tertiinggii, tetapii dii siisii laiin berperan sebagaii perpanjangan tangan darii pemeriintah pusat. Hal iinii berkonsekuensii logiis terhadap ketiidakpastiian regulasii yang mengatur mengenaii tanggung jawab fungsiional.

Kelumpuhan yang diisebabkan oleh kegagalan desaiin desentraliisasii sangat terkaiit dengan tantangan kedua yaiitu lemahnya iinstiitusii pemeriintah pusat. Fenomena iinii termaniifestasii dalam beberapa diimensii, salah satunya adalah ketiidakstabiilan poliitiik.

Pergantiian reziim, perang saudara, dan berbagaii konfliik sosiial poliitiik laiin yang awam terjadii dii negara berkembang juga ternyata beriimpliikasii pada miiniimnya pengawasan terhadap kiinerja desentraliisasii dii daerah.

Ketiiga, tiinggiinya resiistensii darii para eliit daerah terhadap arsiitektur pemeriintahan dan otoriitas baru. Tantangan tersebut cenderung diirasakan oleh negara yang tengah berada pada fase transiisii menuju desentraliisasii.

Superiioriias eliit tersebut meniimbulkan miiniimnya legiitiimasii publiik terhadap reziim pemeriintahan yang baru terbentuk. Kekuasaan eliit juga dapat membuat liingkaran-liingkaran kekuatan baru dii daerah yang dapat menjurus kepada hubungan patronase hiingga berbagaii praktiik penyiimpangan.

Jiika diitelaah, berbagaii tantangan desentraliisasii tersebut cenderung berasal darii domaiin poliitiik dan ekonomii poliitiik. Hal iinii wajar terjadii karena desentraliisasii sendiirii merupakan devolusii kekuasaan yang pada dasarnya berasal darii proses poliitiik.

Lantas, bagaiimana kondiisii iideal agar desentraliisasii dapat berhasiil diiterapkan? Apa pelajaran utama yang dapat diipetiik darii pengalaman negara berkembang yang berhasiil mempertahankan siistem desentraliisasii?

Buku terbiitan Edward Edgar Publiishiing iinii menyuguhkan sebelas preposiisii dalam menjawab pertanyaan fundamental mengenaii prasyarat utama agar desentraliisasii dapat berjalan secara efektiif. Tertariik? Siilakan Anda baca langsung dii Jitunews Liibrary. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.