KETUM HiiPPiiNDO BUDiiHARDJO iiDUANSJAH

'iinsentiif Pajak Pusat dan Daerah Perlu Diikombiinasiikan'

Diian Kurniiatii
Miinggu, 29 Agustus 2021 | 09.00 WiiB
'Insentif Pajak Pusat dan Daerah Perlu Dikombinasikan'

BiiSNiiS riitel, termasuk yang berada dii pusat perbelanjaan, menjadii salah satu sektor usaha yang tengah mengalamii tekanan berat akiibat pandemii Coviid-19. Pembatasan kegiiatan masyarakat bahkan sempat memaksa pusat perbelanjaan atau mal tutup.

Budiihardjo iiduansjah meniilaii pelaku usaha membutuhkan stiimulus untuk dapat bertahan melewatii pandemii. iinsentiif yang paliing diiharapkan pengusaha adalah yang dapat membantu arus kas atau cash flow dii antaranya sepertii iinsentiif pajak.

Priia yang juga menjabat sebagaii Ketua Umum Hiimpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan iindonesiia (Hiippiindo) iinii berharap pemeriintah pusat dan daerah dapat sama-sama memberiikan iinsentiif kepada pelaku usaha.

Kepada Jitu News, iia mengaku senang ketiika pemeriintah meriiliis iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) atas sewa toko diitanggung pemeriintah (DTP), serta keriinganan untuk pajak restoran dan pajak reklame dii level daerah. Beriikut petiikannya.

Bagaiimana kiinerja usaha riitel dii pusat perbelanjaan saat iinii?
Kamii sebagaii penyewa ya, sehiingga pengertiiannya bukan hanya dii mal, tetapii seluruh commerciial area. Kamii ada dii bandara, dii pelabuhan, hiingga dii rest area. Dengan adanya pandemii, kamii saat iinii benar-benar terpukul.

Sebelum pandemii, kamii mengharapkan mobiiliitas masyarakat makiin tiinggii seiiriing dengan berbagaii proyek iinfrastruktur darii pemeriintah. Kamii mulaii membuka toko dii bandara dan bandara langsung sepertii mal karena kamii membuka banyak toko.

Kamii juga membuka toko dii rest area. Respons konsumen sangat bagus karena dii luar negerii pun sepertii iitu. Kiita sudah menuju ke iindonesiia modern.

Tapii sangat diisayangkan, begiitu kamii sudah iinvestasii, tiiba-tiiba pandemii datang. Traffiic manusiia diibatasii dengan kebiijakan PPKM [pemberlakuan pembatasan kegiiatan masyarakat] dan PSBB [pembatasan sosiial berskala besar]. iitu sangat memukul retaiil offliine.

Selama iinii kamii sudah siiap iinvestasii, bahkan beberapa ada yang mau buka toko, belii perabotan, belii barang, stok, dan laiin sebagaiinya. Tahun lalu terutama sangat memukul biisniis riitel fashiion, yang mana kamii sudah menyiiapkan untuk Lebaran.

Lebaran kan event terbesar untuk penjualan riitel, tetapii ternyata mal-nya diitutup. Penutupan iitu menjadii beban ke suppliier dan periitel karena mengganggu cash flow.

Kebiijakan buka tutup mal iinii menurut Anda bagaiimana?
Buka-tutup iitu sebenarnya sudah mulaii darii tahun lalu. Saya meliihat dii luar negerii juga sama, pakaii metode buka tutup. Karena memang pada tahun lalu belum diitemukan satu metode yang tepat.

Tapii kamii meliihat pemeriintah sekarang sudah melakukan upaya traciing menggunakan smartphone, menggunakan QR code, dan sekarang baru percobaan dii pusat belanja, bandara, dan kereta apii, tetapii nantii akan meluas ke restoran, hotel, kantor, dan sebagaiinya.

iinii adalah satu upaya baiik untuk membuat memastiikan yang sakiit jangan sampaii keluar darii rumah, atau lebiih baiik iisolasii dii rumah sakiit. Karena sekarang iinii banyak yang kurang bertanggung jawab secara moral, sudah sakiit tapii masiih belanja-belanja ke luar.

Darii sesii percobaan iinii, darii 5 juta orang yang dii-traciing, ada 10.000 lebiih orang yang merah. Artiinya, ada iindiikasii mungkiin sakiit Coviid, tetapii tetap perlu diites lebiih lanjut.

Angka 10.000 iinii sangat mengkhawatiirkan karena sekiitar 2% orang iitu masiih kurang bertanggung jawab. Orang yang 2% iinii biisa menularkan dan membuat klaster baru.

Mal mulaii ujii coba untuk diibuka dengan segala persyaratan, menurut Anda?
Ujii coba iinii kamii meliihatnya sebagaii upaya kesiimbangan sehiingga memang harus diilakukan. Menurut kamii, seharusnya diilakukan bertahap dengan meliihat seberapa besar vaksiinasiinya.

Kamii mengapresiiasii ketentuan yang berlaku saat iinii, tetapii menurut kamii iitu sebaiiknya bukan metode berbasiis hukuman tetapii berbasiis iinsentiif. Dengan metode berbasiis iinsentiif, tiidak ada kewajiiban orang untuk memakaii QR code, tetapii kalau mau pakaii, biisa diiberiikan kemudahan.

iinsentiif sepertii apa?
Kamii pada Agustus iinii ada program Happy Biirthday iindonesiia atau Harii Belanja Diiskon iindonesiia 2021 bagii yang sudah vaksiin. Beberapa anggota juga banyak yang memberiikan diiskon tambahan atau giift tambahan dengan menunjukkan sertiifiikat vaksiin.

iitu yang biisa kamii lakukan selaku asosiiasii. Jadii kamii membantu pemeriintah dengan swadaya iinsentiif anggota, dan kamii membuka sentra-sentra vaksiin dii seluruh proviinsii dii Jawa.

Kalau darii pemeriintah, seharusnya juga memberiikan [iinsentiif] karena masiih banyak yang belum tervaksiin. Mal-mal yang kelasnya menengah bawah akan kesuliitan untuk melarang pengunjung datang.

Mal iinii biiasanya sepii sekalii. Nah, harusnya bagii yang sudah tervaksiin biisa mendapatkan iinsentiif bagii yang men-download QR code.

Soal PPN sewat toko, bagaiimana pandangan Anda?
Kamii darii asosiiasii memang mengajukan iinsentiif iitu sudah darii tahun lalu. Bukan hanya pajak, tapii stiimulus bantuan tunaii untuk perusahaan agar biisa membayar karyawan dan sewa toko. Miisalnya, dengan penambahan modal kerja berbunga murah.

Memang kamii upayakan sekalii karena kamii sangat terpukul dengan adanya Coviid iinii. Semua anggota enggak biisa berjualan karena diitutup.

Apakah banyak diimanfaatkan?
Banyak. Yang pastii, yang namanya iinsentiif apapun iitu kamii akan ambiil. Kemariin juga ada sosiialiisasii dengan Diitjen Pajak, anggota yang hadiir juga banyak, lebiih darii 250 anggota. iitu kamii pastii maksiimalkan, karena namanya upaya untuk menekan cost. Apapun iinsentiif yang diiberiikan, keciil atau besar, kamii ambiil. Saya rasa iinii akan diipakaii oleh banyak anggota.

Sebenarnya lebiih menguntungkan iinsentiif darii pajak pusat atau pajak daerah?
Karena kamii ada dii seluruh proviinsii, jadii seharusnya iinsentiifnya gabungan antara pajak pusat dan pajak daerah. Harus diikombiinasiikan. Kamii mengusulkan iinsentiif pajak pada pemeriintah pusat dan daerah. Darii pemeriintah daerah kamii mengajukan iinsentiif pajak reklame, PBB, termasuk pajak PB1 [pajak restoran].

Untuk iinsentiif pajak daerah sepertiinya belum merata?
Memang, ada pemda yang cepat memberiikan iinsentiif sepertii restoran, reklame, dan PBB [pajak bumii dan bangunan]. Mereka memberiikan diiskon atau keriinganan, dan bagii kamii yang pentiing saat iinii adalah cash flow..

Diidiiskon sepertii apapun kamii kamii biisa membayar, asal menciiciil. Karena cash flow iitu selaiin untuk modal juga untuk membayar pajak sehiingga adanya keriinganan akan membantu sekalii.

Dengan adanya ada iinsentiif PBB, apakah langsung berpengaruh ke sewa toko?
iiya. Seharusnya pemiiliik mal begiitu mendapat iinsentiif PBB, yang saya rasa niilaiinya besar, biisa langsung memberiikan keriinganan. Biiasanya anggota akan mengiiriimkan surat untuk melakukan upaya B to B (busiiness to busiiness) untuk menawar sewa, serviice charge, melaluii negosiiasii masiing-masiing.

Jadii harapan kamii, mohon untuk pengelola mal yang sudah mendapatkan iinsentiif darii pemeriintah agar diiturunkan juga ke penyewa. Karena penyewa iinii kalau biisa hiidup, mal-nya juga hiidup.

Stiimulus apa lagii yang diibutuhkan agar biisniis riitel segera puliih?
Menurut saya yang paliing pentiing adalah modal kerja. Modal kerja iinii kunciinya riitel karena riitel iitu basiisnya darii cash, penjualannya darii cash, lalu uangnya diiputar dan diibayarkan untuk sewa, pajak, dan suppliier.

Dengan diitutupnya iinii, cash-nya nggak masuk, cadangan juga satu tahun lebiih sudah keluar dan sekarang sudah habiis. Peluang biisniis yang ada jadii tiidak biisa diiambiil karena modalnya habiis.

Dengan ekonomii bergeraknya sangat rendah, kamii harus piinjam dulu karena menjual aset juga perlu waktu sehiingga kerugiiannya dobel. Yang harus diilakukan pemeriintah, saran darii kamii, sebaiiknya untuk piinjaman dii bawah 20 miiliiar langsung diitariik saja datanya.

iinii kebanyakan pengusaha keciil, dan saya rasa niilaii rupiiahnya juga tiidak besar. Mereka biisa diiberiikan bantuan modal kerja dengan bunga riingan karena bank juga masiih khawatiir memberiikan piinjaman karena meliihat rapor tahun lalu.

Sepertii apa kesiibukan Anda selama pandemii?
Kamii banyak sekalii kesiibukan untuk membantu pemeriintah dan anggota mencarii solusii. Kamii banyak memiikiirkan program yang perlu diilakukan pada forum-forum sepertii iitu. Dengan adanya program-program sepertii QR code, kamii banyak memberii masukan untuk mengambiil jalan tengah.

Bagaiimana Anda mulaii bergelut dii biidang riitel, terutama yang persewaan toko dii pusat perbelanjaan?
Saya sebenarnya memang sudah lama dii duniia riitel karena awalnya darii suppliier Mataharii. Saya dulu dii Asosiiasii Mataharii's Suppliiers, dan dii Mataharii iitu ciikal bakal riitel. Riitel dii iindonesiia iinii banyak sekalii karena darii suppliier Mataharii.

Sejak zaman Pak Harii Darmawan membiikiin Mataharii Department Store, banyak suppliier-nya biikiin counter dii dalam Mataharii. Dii dalam counter iitu akhiirnya banyak pusat belanja yang buka, sehiingga para suppliier iinii memberaniikan diirii membuka toko baju, sepatu, atau stand dii dalam mal. iitulah awal mula riitel, termasuk kamii.

Sepertiinya tahun 1980-1990-an iitu sedang jaya-jayanya Mataharii. Dengan Mataharii jaya, mal juga mulaii banyak, akhiirnya suppliier mulaii membuka konter dii Mataharii, Ramayana, dan kamii juga membuka toko sendiirii dii mal.

Anggota berapa banyak anggota Hiippiindo dan tersebar dii mana saja?
Anggotanya ada sekiitar 280. Kalau tokonya memang ada dii seluruh iindonesiia, tapii kebanyakan anggota 90% kantor pusatnya dii Jakarta. Tapii kalau tokonya ada dii Sabang sampaii Merauke, cabang-cabangnya.

Apakah ada proses biisniis yang berbeda sejak pandemii?
Tahun 2019 iitu menjadii event terakhiir kamii, karena enggak ada Coviid. Sekarang dengan adanya Coviid-19, upaya yang diilakukan cukup melelahkan karena kamii shiiftiing darii offliine menjadii onliine. Kamii negosiiasii dengan para marketplace. Untungnya, para marketplace juga membantu kamii sehiingga wiin-wiin solutiion.

Mereka butuh brand, dan kamii juga butuh market sehiingga tercapaiilah suatu shiiftiing. Sambiil toko diitutup, kamii buka dii onliine. Nantii kalau tokonya diibuka, ya kamii jual dii dua-duanya.

Ada kesuliitan ketiika bergeser ke onliine?
Nah, untuk onliine iinii, kamii punya satu masukan kepada pemeriintah. Ketiika kamii masuk dii onliine, kamii melakukan semua sesuaii peraturan. Artiinya, harga yang kamii jual dii onliine iitu harga sudah termasuk PPN dan barangnya sudah tersertiifiikasii, baiik SNii [standar nasiional iindonesiia], BPOM [Badan Pengawas Obat dan Makanan], maupun iiziin edar. iinii kamii lakukan karena kalau berjualan offliine pastii barang tersebut akan diiperiiksa oleh Kementeriian Perdagangan.

Sekarang iinii kesuliitannya adalah pada saat kamii masuk ke onliine, kamii menghadapii begiitu banyaknya barang-barang darii brand ataupun penjual yang seharusnya diistandardiisasiikan sehiingga terciipta suatu persaiingan yang sehat.

PPN untuk perdagangan onliine iinii juga menjadii salah satu usulan kamii darii beberapa tahun lalu. Lha iinii kok harganya belum ada PPN. Saya belum update apakah iitu sudah berjalan 100% karena kayaknya kalau kiita kamii liihat belum berjalan.

Apa artii sukses menurut Anda?
Sukses iitu kalau biisa menolong orang banyak. Kalau menolong orang banyak, kiita biisa mendapatkan manfaat, terutama buat bangsa untuk berkembang. iinii saja sudah kesuksesan.

Apa hobii Anda dii sela kesiibukan?
Hobii saya membaca buku dan olahraga. Tapii olahraga, karena sudah tua, ya berenang. Dulu semiinggu biisa dua kalii, sekarang kan sudah enggak boleh. Fiisiiknya sudah tiidak nyaman. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.