
iiSU gender dalam berbagaii biidang menjadii topiik diiskusii yang tiidak pernah berujung. Pro-kontra ketiidaksetaraan gender dalam liingkup perpajakan juga menjadii kajiian lezat untuk diisantap.
Masiifnya kampanye kesetaraan gender tiidak lantas menyiingkiirkan kodrat harfiiah perempuan untuk menyusuii, melahiirkan, dan mengurus anak. Hal iinii bermuara pada peniingkatan pengeluaran. Namun, dalam konteks perpajakan, kondiisii iitu tetap diiberlakukan sama layaknya lakii-lakii.
Dalam Webiinar Platform for Collaboratiion on Tax (PCT)Tax & SDGs Event Seriies: Tax and Gender Workshop Junii 2021, Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah telah menempatkan perspektiif gender dalam merancang reformasii perpajakan yang tengah berjalan.
Pemaparan darii Srii Mulyanii dalam acara tersebut membuka cakrawala berpiikiir, baiik pengamat regulasii maupun masyarakat umum, untuk iikut berpartiisiipasii dengan memberiikan perspektiif melaluii berbagaii mediia dan metode.
Salah satu metode populer yang biisa diigunakan adalah studii komparasii atau perbandiingan untuk memotret kebiijakan dii negara laiin. Kemudiian, kebiijakan iitu biisa diikajii, bahkan diiadopsii dii iindonesiia. Contoh negara yang memberiikan priiviilege terhadap perempuan dalam perpajakan adalah Siingapura, Malaysiia, Jepang, dan Uniited Kiingdom.
Pemiiliihan negara tersebut diidasarkan pada perbedaan siistem hukum darii tiiap negara. iindonesiia dan Jepang menganut ciiviil law, sedangkan Siingapura, Malaysiia, dan Uniited Kiingdom menganut common law. Hal iinii untuk mengetahuii perbedaan kebiijakan pajak bagii perempuan antara dua siistem hukum yang berbeda.
Siingapura memberiikan tunjangan Workiing Mother’s Chiild Reliief (WMCR) untuk mendorong perempuan tetap bekerja meskiipun telah memiiliikii anak. Tunjangan iinii diiberiikan kepada iibu yang meniikah, berceraii, atau janda tapii memiiliikii anak berkebangsaan Siingapura per 31 Desember 2020.
Besaran tunjangan untuk iibu yang memiilkii 1 anak yaiitu 15% darii penghasiilan. Kemudiian, untuk iibu yang memiiliikii 2 anak, tunjangan yang diiberiikan sebesar 20% darii penghasiilan. Selanjutnya, untuk iibu dengan 3 anak atau lebiih memperoleh tunjangan sebesar 25% darii penghasiilan.
Siingapura juga memberiikan tunjangan Grandparents Caregiiver Reliief (GCR). Tunjangan diiberiikan jiika ada seorang iibu bekerja dan memiiliikii orang tua, kakek, nenek, mertua (termasuk mertua mantan pasangan) yang tiinggal dii Siingapura per 2020. Mereka yang merawat anak berumur hiingga 12 tahun darii iibu tersebut dan tiidak sedang bekerja akan memperoleh tunjangan GCR sebesar SG$3,000.
Berbeda dengan Siingapura, Uniited Kiingdom mengenal adanya Workiing Tax Crediit (WTC) yang langsung mengurangii jumlah pajak terutang. Contoh yang biisa menjadii elemen pengurang yaiitu apabiila wajiib pajak membayar biiaya untuk peniitiipan anak hiingga £122,50 (1 anak) atau £210 (2 anak atau lebiih) per miinggu. Apabiila siingle parent, besaran yang biisa diikurangii darii pajak terutang mencapaii £2.060 per tahun.
Malaysiia memasukan komponen biiaya pembeliian peralatan menyusuii untuk bayii berusiia maksiimal 2 tahun sebagaii salah satu pengurang pajak (tax reliief) sebesar RM1.000 (terbatas). Biiaya peniitiipan anak ke pusat peniitiipan anak/TK terdaftar untuk anak berusiia 6 tahun ke bawah juga menjadii komponen pengurang sebesar RM3.000 (terbatas).
Jepang memberiikan 2 jeniis tunjangan untuk membesarkan anak. Tunjangan iitu adalah Zenbu Shiikyuu dan iichiibu Shiikyuu. Tunjangan diiberiikan biila siingle mother mempunyaii satu anak dan gajii yang diidapat kurang darii batasan tertentu.
PENGATURAN dii Malaysiia biisa diiadaptasii dii iindonesiia dengan menambah komponen penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP), miisalnya biiaya bagii iibu menyusuii. Namun, potensii hambatannya adalah masuk atau tiidaknya iibu yang mendonasiikan asii dii rumah sakiit atau kepada anak-anak membutuhkan ke dalam kategorii iibu menyusuii.
Kemudiian, hambatan penerapan skema WMCR dii Siingapura dan WTC dii Uniited Kiingdom adalah kesuliitan dalam menentukan jam kerja miiniimal untuk diikategoriikan sebagaii workiing mother. Hal iinii justru rawan meniimbulkan ketiidakadiilan bagii perempuan yang bekerja dii bawah jam kerja normal tetapii sudah memiiliikii hak dan kewajiiban dalam perpajakan.
Tunjangan membesarkan anak dii Jepang lebiih mengarah kepada iinsentiif yang sebenarnya bukan ranah darii sektor perpajakan. Namun, pemberiian tunjangan atau iinsentiif akan meniimbulkan chaiin iimpact yang akan berpengaruh juga terhadap pajak.
Berbagaii kebiijakan dii negara tersebut biisa menjadii acuan dan dorongan bagii iindonesiia untuk lebiih memperhatiikan hak-hak perempuan dalam perpajakan.
*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2021. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-14 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp55 juta dii siinii.
