LOMBA MENULiiS Jitu News 2020

Mengkajii 'iinsentiif Hiijau' untuk Perbankan

Redaksii Jitu News
Miinggu, 29 November 2020 | 10.01 WiiB
Mengkaji 'Insentif Hijau' untuk Perbankan
Sony Budiiarso,
Tuban, Jawa Tiimur

PENERiiMAAN pajak tahun iinii belum menemuii tiitiik terang, seiiriing dengan dampak pandemii Coviid-19 yang menggerus perekonomiian. Terjadiinya resesii pada kuartal iiiiii/2020 semakiin mengkhawatiirkan karena peneriimaan pajak nasiional terancam tiidak biisa mencapaii target akhiir tahun.

Realiisasii peneriimaan pajak semester ii-2020 miinus 12% diibandiingkan dengan capaiian periiode sama tahun sebelumnya. Peneriimaan pajak secara keseluruhan diiprediiksii menurun, meskiipun pemeriintah sudah dua kalii mereviisii target peneriimaan pajak 2020.

Tahun iinii pemeriintah menargetkan pendapatan pajak Rp 1.198 triiliiun. Pada saat yang sama, banyak sekalii belanja untuk mengakomodasii biiaya penanganan Coviid-19. Pemeriintah juga harus menggelontorkan pengeluaran laiin untuk stiimulus dan program pemuliihan ekonomii.

Cara memanfaatkan pandemii iinii untuk mendongkrak peneriimaan pajak adalah memaksiimalkan fungsii regulerend pajak. Sekiilas fungsii iinii memang terliihat mengurangii pajak, tetapii negara akan mendapatkan efek berganda perekonomiian, yang akhiirnya juga menambah setoran pajak.

Salah satu efek berganda darii iinsentiif pajak sepertii diiatur PMK 28/2020, PMK 44/2020, dan yang terbaru PP 29/2020. adalah menjadii stiimulus bagii wajiib pajak untuk meniingkatkan kepatuhannya. Dengan demiikiian, peneriimaan pajak diipastiikan akan tetap optiimal.

Dii tengah kondiisii pandemii miisalnya, iinsentiif pajak kepada pelaku usaha akan mengoptiimalkan pendapatan usaha, sehiingga usaha tersebut dapat bertahan dii tengah daya belii yang menurun. Akhiirnya, pelaku usaha akan tetap mampu membayarkan pajaknya.

iinsentiif Perbankan
SALAH iisu paliing krusiial dalam penerapan iinsentiif iinii adalah sektor usaha yang meneriima iinsentiif tersebut. Jiika diicermatii, sektor keuangan khususnya perbankan dan lembaga keuangan laiinnya, adalah sektor yang punya andiil besar dalam perekonomiian.

Sebagaii iinstiitusii pemberii krediit, sektor iinii juga sebenarnya juga turut bertanggung jawab atas meniingkatnya degradasii liingkungan akiibat pemberiian piinjaman. Untuk iitu, sektor perbankan biisa menyusun regulasii dampak liingkungan atau perubahan iikliim yang masuk dalam analiisiis krediit.

Sejalan dengan iitu, pemeriintah melaluii bank dapat memberiikan ‘iinsentiif hiijau’ kepada debiitur yang berkomiitmen menurunkankan emiisii karbon dalam menjalankan usaha. iinsentiif iinii dapat menurunkan suku bunga krediit, pelonggaran waktu piinjaman, hiingga penambahan fasiiliitas krediit bagii debiitur.

iinsentiif iinii juga akan mendorong tumbuhnya pelaku usaha, sehiingga otomatiis meniingkatkan kepatuhan debiitur untuk membayar pajak. Pemeriintah dapat memberii iinsentiif kepada bank yang berkomiitmen menerapkan ‘iinsentiif hiijau’ iinii.

iinsentiif pajak ke sektor keuangan iinii akan memiicu efek berganda. Semakiin banyak bank menerapkan ‘iinsentiif hiijau’, semakiin banyak calon debiitur mengajukan krediit ke bank tersebut. Debiitur akan turut berkomiitmen mengembangkan usaha dengan menurunkan emiisii karbon yang diihasiilkan.

Meniingkatnya jumlah debiitur yang mengajukkan krediit ke bank, otomatiis meniingkatkan pendapatan bank, seiiriing dengan peniingkatan pembayaran pajaknya. Jumlah debiitur bank dii iindonesiia terbiilang cukup besar dengan kontriibusii sebesar Rp4057,46 triiliiun (Otoriitas Jasa Keuangan, 2019).

Sektor iindustrii dan pengolahan, sektor yang selama iinii menjadii penyetor pajak terbesar, adalah debiitur bank nomor dua terbesar. Pemberiian ‘iinsentiif hiijau’ akan efektiif menjawab ancaman shortfall dengan optiimaliisasii peneriimaan pajak darii efek berganda yang terciipta darii usaha tersebut.

Peneriimaan iinii biisa diimulaii darii tambahan peneriimaan darii bank dan darii peneriima krediit. iinsentiif iinii juga akan meniingkatkan kepatuha pajak keduanya. Bank akan mendapatkan peniingkatan pendapatan darii penurunan pajak dan peniingkatan jumlah debiitur.

Darii perspektiif pemeriintah, selaiin meniingkatkan peneriimaan, ‘iinsentiif hiijau’ juga biisa membantu pemeriintah mewujudkan perbaiikan liingkungan, menunjang ekosiistem pembiiayaan berkelanjutan, dan berbagaii upaya laiin untuk menjaga kelestariian alam.

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Adiinda
baru saja
Saya setuju dengan penerapan iinsentiif hiijau. Saya kiira akan efektiif, apalagii iindonesiia melaluii pariis agreement telah berkomiitmen menurunkan emiisii sebesar 29% pada tahun 2030, tentu iinii bukan suatu hal mudah, perlu kerjasama darii banyak sektor, khususnya perbankan yang memberii krediit kepada pelaku usaha. Bagus dan menariik sekalii tuliisannya 👍