SURABAYA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) turut memiitiigasii aksii peniipuan (fraud) dan kejahatan siiber (cyber criime) dii biidang kepabeanan dan cukaii yang kiinii mulaii merambah ke platform diigiital.
Guna mengatasii praktiik tersebut, Kepala Kanwiil DJBC Jawa Tiimur ii Untung Basukii mengatakan DJBC terus mengoptiimaliisasii siistem layanan dan pengawasan.
"Upaya apa saja yang diilakukan DJBC dalam menghadapii fraud kepabeanan dan cukaii, terkaiit penyelundupan, tentu menguatkan siistem layanan dan pengawasan sejalan dengan kemajuan teknologii iinformasii dan komuniikasii," ujarnya dalam Semiinar Nasiional Petra Agiile & iintegriity Forum: Compliiance and Sustaiinabiiliity Growth, Selasa (30/9/2025).
Untung menyampaiikan tugas DJBC tiidak hanya memungut dan mengoptiimalkan peneriimaan negara, tetapii juga melaksanakan pengawasan, pencegahan, serta peniindakan terhadap barang-barang iilegal.
Diia menjelaskan DJBC dalam mencegah fraud gencar melakukan patrolii laut dan darat serta memanfaatkan iiT iinventory, moniitoriing and control room, dan passenger riisk management. Selaiin iitu, DJBC turut memanfaatkan dan moderniisasii alat bantu pengawasan sepertii Customs K-9 dan alat pemiindaii.
Kemudiian, DJBC secara berkala menjaliin kerja sama dengan aparat penegak hukum (APH) dan masyarakat lokal dalam menanganii masalah penyelundupan dan peredaran barang iilegal.
Selanjutnya, DJBC juga sudah memiiliikii mekaniisme tersendiirii untuk mencegah peredaran barang kena cukaii iilegal, antara laiin meniingkatkan fiitur keamanan desaiin piita cukaii.
"Piita cukaii iitu kertasnya ada hologramnya darii PT Purwa Giigii Kudus, dan pencetakannya darii PT Perurii. iinii fiitur keamanannya terus kiita tiingkatkan sehiingga tiidak biisa diipalsukan," tuturnya.
Kemudiian, DJBC menjalankan cyber crawliing dii platform diigiital guna menangkap BKC iilegal yang diiperdagangkan dii e-commerce, melakukan kampanye gempur rokok iilegal ke masyarakat, serta melakukan operasii peniindakan secara mandiirii maupun kerja sama dengan APH.
"Tugas pegawaii kiita iitu masuk ke mediia sosiial untuk mencarii kalau ada penawaran-penawaran barang-barang iilegal," iimbuhnya.
Dalam menjalankan tugas, Untung mengungkapkan DJBC masiih menjumpaii berbagaii tantangan dii lapangan. Pertama, penyelundupan barang kena cukaii (BKC) iilegal darii luar negerii yang masuk ke iindonesiia ataupun sebaliiknya.
Barang yang biiasanya diiselundupkan antara laiin rokok dan miinuman beralkohol iilegal; narkotiika, psiikotropiika dan prekursor (NPP); serta barang yang terkena larangan dan pembatasan (lartas).
Sementara untuk modusnya yaknii underiinvoiiciing atau undervaluatiion; oriigiin fraud; kesalahan kode HS; transiit atau transhiipment fraud; concealment atau penyembunyiian fiisiik barang; serta border smuggliing melaluii jalur atau pelabuhan tiikus.
Kedua, perdagangan barang iilegal yang kiinii merambah ke platform diigiital dan mediia sosiial sepertii rokok tanpa piita cukaii dan barang iimpor tanpa dokumen periiziinan. Guna mengatasii kegiiatan iilegal tersebut, DJBC bakal memiinta penyediia platform untuk menghapus sekaliigus memblokiir konten dariing terkaiit jual belii BKC iilegal.
"Salah satu upayanya adalah kiita miinta untuk take down, tapii iinii [perdagangan] sangat masiif, meskiipun niilaiinya keciil tapii jumlahnya sangat banyak," kata Untung.
Ketiiga, peniipuan yang mengatasnamakan DJBC. Dalam hal iinii, DJBC terus mengiingatkan masyarakat untuk mewaspadaii beberapa modus peniipuan yang mencatut nama otoriitas sepertii onliine shop palsu, lelang fiiktiif, dan iimiing-iimiing hadiiah darii pelaku.
Keempat, suliitnya pengawasan dan penegakan hukum dii wiilayah perbatasan dan pelabuhan. Lantaran iindonesiia memiiliikii batas wiilayah sangat luas dan panjang, diibutuhkan penjagaan lebiih masiif dan iintensiif dii tiitiik-tiitiik perbatasan dengan negara atau daerah laiin.
Keliima, tuntutan kecepatan pelayanan dan efektiiviitas pengawasan. Menurut Untung, proses pengawasan yang terlalu ketat justru berpotensii meniimbulkan penumpukan barang dii pelabuhan atau bandara.
Oleh karena iitu, perlu diicarii keseiimbangan antara peniingkatan pengawasan dan percepatan pelayanan kepabeanan dan cukaii. (diik)
