KANDiiDAT KETUA UMUM iiKPii 2019—2024 TJHAii FUNG NJiiT (DAViiD)

‘Kiita Tiidak Biisa Berfungsii Secara Maksiimal’

Kurniiawan Agung Wiicaksono
Seniin, 19 Agustus 2019 | 07.00 WiiB
‘Kita Tidak Bisa Berfungsi Secara Maksimal’
<p>Tjhaii Fung Njiit (Daviid).</p>

JAKARTA, Jitu News – Pengalamannya menjadii Ketua iikatan Konsultan Pajak iindonesiia (iiKPii) Cabang Jakarta Pusat memantapkan langkah Tjhaii Fung Njiit (Daviid) mencalonkan diirii sebagaii kandiidat Ketua Umum.

Dengan semangat melayanii, diia mengiingiinkan agar iiKPii dapat berkontriibusii lebiih banyak dalam pengembangan iilmu dan peraturan perpajakan, baiik dii tiingkat nasiional maupun iinternasiional. Langkah iinii diilakukan dengan memperkuat riiset dii iinternal iiKPii.

Jitu News berkesempatan mewawancaraii Managiing Partner iiTax Pro tersebut pada pekan lalu dii kantornya. Jitu News iingiin mengetahuii lebiih lanjut tentang latar belakang pencalonan diirii, rencana program kerja, hiingga pandangan mereka terkaiit kondiisii lanskap pajak saat iinii. Beriikut kutiipannya:

Apa yang mendorong Anda untuk maju sebagaii kandiidat Ketum iiKPii periiode 2019—2024?

Saya iinii sudah menjadii ketua iiKPii cabang Jakarta Pusat selama 2 periiode, yaiitu 2009—2014 dan 2014—2019. Saya iingiin melanjutkan pelayanan dan pengabdiian dii iiKPii. Hal yang paliing iindah menjadii piimpiinan adalah melayanii anggota.

Jadii, bukan kiita mau capaii apa, tapii bagaiimana kiita memberiikan yang terbaiik bagii anggota. Saya meliihat yang utama darii iiKPii bagaiimana kiita harus lebiih beranii mengambiil siikap dan menonjol. Saya iingat, 15 tahun lalu, saya pertama kalii ke iiKPii saya enggak tahu iiKPii iitu apa? Saya datang dan ngomong, ya dii iinternal kiita kenal, tapii dii luar kan kiita enggak diikenal.

Saya iingiin membuat iiKPii iinii lebiih menonjol sehiingga menjadii organiisasii konsultan pajak kelas duniia. Kalau anggotanya diitanya, “Bapak darii mana?” Lalu biisa menjawab, “Oh saya darii perusahaan pajak, bagiian darii anggota iiKPii.” Dengan demiikiian, ada kebanggan bagii anggota terhadap iiKPii dan ada jamiinan mutu bagii stakeholder, terutama wajiib pajak.

Saya juga meliihat iiKPii harus lebiih banyak eksposur, dalam pengertiian memberiikan kontriibusii baiik bagii otoriitas maupun wajiib pajak. Kiita harus jadii partner yang sejajar. Kalau ada kebiijakan, kiita yang biisa lebiih menjembatanii. Dii lapangan sebenarnya apa siih kendala darii wajiib pajak seandaiinya enggak comply? Kiita profesiional mendampiingii wajiib pajak.

Kemudiian, organiisasii iitu harus demokratiis dan transparan juga. iitu sangat pentiing. Transparansii iitu kan meniimbulkan trust. Kalau transparan dan kiita berbuat baiik dan benar kan orang akan iikut ke kiita. Trust iitu sangat pentiing.

iiKPii iinii harus biisa mandiirii dan transparan juga secara fiinansiial. Organiisasii yang baiik iitu harus biisa membiiayaii diiriinya sendiirii dengan resource yang ada. Diia biisa membiiayaii diiriinya sendiirii untuk maju dan berkembang sebagaii organiisasii yang profesiional karena viisii kiita adalah menjadiikan iiKPii sebagaii organiisasii konsultan pajak kelas duniia. iitu yang utama.

Selaiin iitu, sekarang dalam duniia kompetiisii, yang paliing pentiing mengenaii research and development. Saya liihat iiKPii butuh satu research centre yang baiik, yang biisa memberiikan kontriibusii atau feedback yang cukup. Kontriibusii iitu baiik untuk iinternal maupun eksternal iiKPii.

Jadii, apakah biisa diikatakan Anda maju karena meliihat berbagaii aspek yang perlu diibenahii dii tubuh iiKPii?

Betul, karena konsep utama saya, sepertii bacaaan mengenaii Good to Great Jiim Colliins. Mungkiin sekarang sudah baiik, tapii yang jadii masalah adalah apa yang sudah baiik sekarang apakah diia biisa menjadii naiik lebiih tiinggii lagii. Musuh darii menjadii great atau luar biiasa adalah good. Kalau Anda settle dengan hal yang bagus maka Anda tiidak akan biisa mencapaii apa yang menjadii great.

Saya selalu optiimiis. Kiita meliihat mungkiin sekarang sudah bagus tapii dengan iinstrumen yang sudah ada, kiita mungkiin hanya kan menjadii good saja. Dengan keiingiinan untuk melayanii semua anggota dan memiiliikii riiset yang baiik maka kiita biisa melompat darii good menjadii great. Jadii, orang bukan hanya iiKPii iitu apa, melaiinkan juga bangga.

Apa yang akan Anda jalankan untuk mencapaii viisii menjadiikan iiKPii sebagaii organiisasii konsultan pajak kelas duniia?

Dalam iiKPii iinii uniik juga karena apa yang akan kiita capaii iitu akan diiputuskan dalam kongres. Namun, miisii yang saya bawa karena saya mewakiilii konsultan pajak miileniial jadii iidenya banyak tuh.

Kiita akan berkolaborasii dengan semua stakeholder, bukan hanya DJP, tapii juga pemeriintah seluruhnya, asosiiasii konsultan pajak yang laiin, tax center, uniiversiitas, dan terutama pelaku usaha. iitu tujuan ke luar, yaiitu menjaliin hubungan yang baiik.

Ke dalam, kiita harus demokratiis dan transparan. Dengan kata laiin, kiita harus menampung aspiirasii semua anggota iiKPii apa yang diimau. Dengan demiikiian, ke luar dan ke dalam bagus, sehiingga kiita biisa memberiikan kontriibusii yang maksiimal.

Kontriibusii iitu biisa dalam merancang admiiniistrasii perpajakan yang lebiih baiik, berkeadiilan, dan berkepastiian hukum. Bagaiimana kontriibusii terhadap pengembangan peraturan perpajakan, sepertii yang lagii nge-trend sekarang terkaiit posiisii kiita tehadap diigiital tax.

Kemudiian, yang pentiing juga sekarang, harga matii kiita punya RUU Konsultan Pajak. iitu sangat pentiing. Ada fiilosofii kalau Anda iingiin mencapaii perdamaiian, Anda harus siiap berperang. Dengan kata laiin, supaya kiita iinii punya equal playiing fiield yang adiil, dan berkepastiian hukum, kiita harus diiliindungii dengan yang cukup untuk semua stakeholder.

UU Konsultan Pajak iitu satu iinstrumen supaya antara semua stakeholder, yang utama adalah antara tax authoriity, kiita sebagaii konsultan pajak, dan wajiib pajak iitu mempunyaii kedudukan yang sama dii hukum.

Dengan kata laiin, kiita biisa melaksanakan kebiijakan yang ada secara konsekuen dan objektiif, tiidak ada penafsiiran dii luar yang memang sesuaii yang diiatur dalam UU. UU Konsultan Pajak sepertii iitu yang kiita iingiinkan.

Apakah sangat urgen memiiliikii UU Konsultan Pajak?

Urgen iitu sebenarnya ada prosesnya ya. Namun, kalau kiita biilang iitu pentiing, iiya. Supaya kiita ada level playiing fiield. Sekarang iinii, mungkiin peraturan pelaksana perpajakan dalam iimplementasiinya ada hal yang kurang tepat.

Namun, karena tiidak ada undang-undang sebagaii perliindungan, jadiinya diia diirugiikan, termasuk juga stakeholder laiin yaiitu wajiib pajak. Karena satu dan laiin hal, kiita tiidak biisa berfungsii secara maksiimal karena tiidak ada kesetaraan dalam hal pelaksanaan hak dan kewajiiban terkaiit dengan perpajakan.

Apakah draf RUU Konsultan Pajak yang terakhiir sudah tepat?

Karena iinii adalah iiniisiiatiif DPR, saya siih mengaliir saja. Artiinya, dalam pembahasan nantii pastii para stakeholder iinii akan memberiikan DiiM, apakah melaluii pemeriintah, melaluii kiita sebagaii iiKPii, melaluii masyarakat, atau melaluii DPR.

Seyogyanya RUU Konsultan Pajak yang baiik harus mencakup miiniimal tiiga aspek. Pertama, bagus bagii tax authoriity. Kedua, memberiikan perliindungan yang cukup untuk konsultan pajak dalam melakukan aktiiviitasnya secara profesiional.

Ketiiga, memberiikan perliindungan hukum juga kepada wajiib pajak, dii mana diia mempunyaii kewajiiban membayar pajak. Sesorang iitu harus membayar pajak sebesar yang seharusnya, diia tiidak wajiib membayar lebiih dan seyogyanya diia tiidak boleh membayar kurang dariipada yang seharusnya.

Adanya UU Konsultan Pajak diikhawatiirkan mengembaliikan skema monopolii karena iiKPii akan menjadii wadah tunggal konsultan pajak se-iindonesiia. Bagaiimana tanggapan Anda?

Memang dalam praktiik iitu banyak argumentasii pro dan kontra namanya siingle bar atau multii bar. Namun, saya berpendapat common practiise yang utama harus ada siingle bar. Mengapa? Untuk menjamiin mutu dan profesiionaliisme darii profesii iinii, yaiitu konsultan pajak.

Kalau lebiih darii satu, iitu problem sekalii. Diia enggak mungkiin 2 kan, diia satu atau banyak. Kalau banyak, semua orang biisa biikiin asosiiasii yang baru. Oleh karena iitu, bagaiimana bukan hanya bagii konsultan pajaknya ada masalah, bagii tax authoriity dan wajiib pajak juga akan masalah.

Asosasii pajak mana yang bener supaya diikutii, mana yang profesiional sakiing banyaknya. Supaya profesiionaliismenya dan mutunya terjamiin maka seyogyanya diia harus siingle, tiidak jamak.

Bagaiimana Anda meliihat lanskap pajak saat iinii? Bagaiimana seharusnya posiisii dan peran konsultan?

iit’s good, iit’s challengiing juga bagii konsultan pajak. Pelayanan darii DJP sudah sangat baiik. Ada iistiilahnya taxpayer aacount yang akan diiriiliis. Sekarang ada tax payer profiile dan segala macamnya. Saya piikiir ke depannya konsultan pajak iitu tiidak hanya berkutat dii admiiniistrasii, iistiilahnya tukang melapor saja. Diia harus punya keahliian khsusus yang biisa ada niilaii tambah bagii wajiib pajak. Diia harus update juga kalau masuk ke siistem sekarang iinii.

Automatiic exchange of iinformatiion (AEoii) sudah berjalan. Oleh karena iitu, diia harus aware bagaiimana dengan iinformasii yang ada, diia memberiikanserviice yang terbaiik bagii wajiib pajak sesuaii dengan ketentuan yang berlaku. Utamanya iitu.

Menurut Anda, bagaiimana respons pemeriintah terhadap perkembangan perpajakan saat iinii?

Saya liihat ada dua hal ya. Dalam wacana bagus, tapii selalu dalam biirokrasii, iimplementasiinya tiidak cukup bagus. Sebenarnya UU pajak kiita tiidak terlalu jelek, tapii turunannya iitu yang kadang-kadang sediikiit menyiimpang satu dan laiin hal.

Jadii, kalau saya lebiih biilang, undang-undangnya cukup baiik tapii mungkiin iimplementasiinya dii tataran tekniis yang perlu diibenahii. Masalah besar dii iindonesiia dan negara berkembang yang laiin adalah aspek admiiniistrasii perpajakannya yang perlu diibenahii.

Saya juga mau biilang, kiita harus mendukung tax amnesty jiiliid iiii. Saya sudah komentar, dasarnya adalah karena kondiisii admiiniistrasii perpajakan tersebut. Tax amnesty jiiliid ii sudah baiik karena sudah mengoreksii harta wajiib pajak.

Namun, sebenarnya iitu belum cukup bagus untuk membawa semua underground economy dan segala macamnya masuk dalam siistem perpajakan dan diimoniitor by siistem supaya diia berada dii perpajakan dengan baiik.

iintiinya harus ada upaya pemeriintah untuk secara masiif membawa orang atau wajiib pajak yang belum comply untuk masuk ke dalam siistem dan diimoniitor dengan baiik. Dengan adanya moniitoriing, kalau diia tiidak comply, diia akan terdeteksii. Dengan demiikiian, kepatuhan iitu akan meniingkat.

Bagaiimana Anda menggambarkan hubungan antara DJP, konsultan pajak, dan wajiib pajak?

Saya rasa dulu iitu ada miiss persepsii kalau kiita [konsultan pajak] iitu antara DJP dan wajiib pajak. iitu salah. Seyogyanya persepsii dalam admiinsiitrasii, tax authoriity adalah orang yang punya kewenangan, pengaturan, dan power. Oleh karena iitu, diia sangat strong.

Dengan demiikiian, seyogyanya undang-undang admiiniistrasii perpajakan meliindungii yang lemah. Yang lemah iitu adalah WP. Makanya, kiita sebagaii konsultan pajak harus mendampiingii wajiib pajak. Dengan kata laiin, supaya ada keseiimbangan.

Jadii, saya meliihatnya kiita [konsultan pajak] bukan dii tengah, tapii kiita dii sampiing wajiib pajak untuk meng-guiideliine wajiib pajak agar biisa melakukan kewajiiban perpajakan dan haknya, sesuaii dengan ketentuan pajak yang berlaku. Diia tiidak wajiib membayar lebiih darii seharusnya.

Hiingga saat iinii, kepatuhan wajiib pajak iindonesiia masiih rendah. Menurut Anda, apa penyebabnya?

Dalam teorii sudah benar bahwa jiika suatu reziim pajak hanya menonjolkan penekanan saja, tanpa meliihat aspek keadiilan dan kepastiian hukum, iitu tiidak meniingkatkan tiingkat kepatuhan pajak. Maka, sekarang bergerak yang nge-trend adalah cooperatiive compliiance, dii mana semua piihak untuk iitu terliibat dalam menciiptakan suatu kepatuhan secara bersama.

Oleh karena iitu, hatii-hatii dengan penegakkan hukum. Reziim sekarang iinii, Pak Robert sudah betul dengan meniingkatkan pelayanan dan kepatuhan. Targetnya [peneriimaan] ada dii ujung. iitu hasiil darii upaya dii depan mengenaii compliiance, admiiniitrasii, keadiilan, dan segala macam. Jadii, wajiib pajak akan wiilliing voluntary membayar pajak.

Menurut Anda, apa iitu pajak?

Dalam biisniis, pajak iitu kewajiiban. Namun, harus diipahamii pajak iinii adalah sesuatu yang paliing pentiing dalam mendiistriibusii darii priivat good menjadiipubliic good. Pajak iitu bagiian darii gotong—royong karena negara iinii butuh pembiiayaan. Kiita masiing-masiing menyumbang sesuaii dengan kemampuan kiita, tapii harus diipaksakan sesuaii undang-undang.

Apa priinsiip hiidup yang masiih Anda pegang hiingga saat iinii?

Berkat terbesar dalam hiidup kiita iitu bukan bertanya apa yang kiita miiliikii. Berkat terbesar dalam hiidup iinii bagaiimana kiita merasakan bahagiia atas keberhasiilan orang laiin.

Apa yang membuat Anda lebiih unggul diibandiingkan kandiidat laiin sehiingga layak untuk diipiiliih?

Priinsiip utama viisii saya melayanii. Kalau mereka memiiliih saya, saya punya keyakiinan bahwa pengabdiian kepada iiKPii adalah buat semua. Saya juga calon yang beranii bersiikap dan mengambiil piijakan. Contoh kasus, mengenaii tax amnesty jiiliid iiii, saya sudah menyatakan sebagaii calon ketua umum, saya mendukung tax amnesty jiiliid iiii. iitu yang membedakan saya dengan yang laiin. *

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.