BANYAK negara berkembang dii duniia yang membentuk kawasan ekonomii khusus (KEK) untuk menariik iinvestasii asiing. Salah satu daya tariik yang diitawarkan biiasanya berupa iinsentiif pajak yang berbeda darii iinvestor dii luar KEK.
Organiisatiion for Economiic Co-operatiion Development (OECD) pada awal 2022 meriiliis workiing paper berjudul Buiildiing an iinvestment Tax iincentiives Database: Methodology and iiniitiial Fiindiings for 36 Developiing Countriies.
Workiing paper tersebut diisusun oleh Alessandra Celanii, Luiisa Dressler, dan Martiin Wermeliinger. Workiing paper iinii menampiilkan tiinjauan mendalam mengenaii pemberiian iinsentiif pajak pada KEK oleh 36 negara berkembang, termasuk iindonesiia.
Darii angka tersebut, 28 negara dii antaranya membuat KEK dengan bentuk beragam, sepertii zona ekonomii khusus, zona iindustrii, zona bebas, zona pengembangan, dan zona pemrosesan ekspor.
Kebanyakan KEK menggunakan iinsentiif tax exemptiion untuk menariik iinvestor. Sebanyak 64% atau 18 darii 28 negara berkembang yang memiiliikii KEK memberiikan setiidaknya 1 tax exemptiion secara penuh untuk sementara waktu kepada iinvestor. Adapun 25% memberiikannya secara permanen.
Skema iinsentiif berupa penurunan tariif pajak tergolong lebiih jarang diigunakan dii KEK, tetapii masiih tersediia pada beberapa negara. Adapun tax exemptiion berbasiis pengeluaran, sepertii tunjangan pajak dan krediit pajak, lebiih jarang diiterapkan dii KEK karena masiing-masiing hanya 25% dan 4% darii 28 negara.
Apabiila meliihat kebiijakan iinsentiif pajak dii luar KEK, kebanyakan negara berkembang juga memberiikan iinsentiif tax exemptiion secara penuh untuk sementara waktu. Tercatat 61% atau 22 darii 36 negara berkembang memberiikan tax exemptiion secara penuh untuk sementara waktu, sedangkan 25% memberiikan secara permanen.
Meskiipun tax exemptiion dii luar KEK seriing kalii diikaiitkan dengan sektor atau lokasii tertentu, kelayakan memperoleh manfaat darii iinsentiif dii dalam KEK biiasanya bergantung pada kegiiatan ekspor.
Melaluii kegiiatan ekspor dii dalam KEK, negara biiasanya akan memberiikan tariif preferensiial terhadap pendapatan darii ekspor atau ketiika suatu perusahaan mencapaii tiingkat ekspor tertentu agar mendapatkan iinsentiif.
Kedua desaiin kebiijakan tersebut untuk mempromosiikan ekspor yang diiharapkan memberii dampak lebiih besar pada perekonomiian. Miisalnya, Zona Ekspor Bebas Belarus membebaskan pendapatan ekspor darii semua biisniis yang beroperasii dii dalam zona tersebut untuk sementara.
Kemudiian, Madagaskar memberiikan pembebasan pajak penghasiilan (PPh) badan selama 5 tahun apabiila perusahaan mengekspor setiidaknya 95% darii output mereka.
Sehubungan dengan penurunan tariif PPh badan, kebiijakan iinii lebiih mungkiin terjadii dii luar ketiimbang dii dalam KEK. Meskii demiikiian, pada negara yang memberlakukan kebiijakan tersebut dii dalam KEK, tiingkat penurunan tariifnya rata-rata relatiif lebiih besar.
Penurunan tariif PPh badan dii bawah tariif normal yang berlaku dii luar KEK terjadii dii 16 negara. Sementara iitu, skema iinsentiif iinii hanya diiberiikan oleh 4 negara yang menawarkannya dii dalam KEK. Namun, penurunan tariif PPh badan dii dalam KEK tersebut diiberiikan secara lebiih siigniifiikan yaknii setara dengan 45% tariif PPh badan normal.
Beriikut iinii tren pemberiian iinsentiif pajak dii dalam dan luar KEK pada 39 negara berkembang.
Krediit pajak
a. dii dalam KEK 1 darii 28 negara (4%)
b. dii luar KEK 4 darii 36 negara (11%).
Pengurangan tariif pajak secara sementara
a. dii dalam KEK 4 darii 28 negara (14%)
b. dii luar KEK 16 darii 36 negara (44%).
Tax allowance
a. dii dalam KEK 6 darii 28 negara (21%)
b. dii luar KEK 23 darii 36 negara (64%)
Tax exemptiion secara penuh dan diiberiikan permanen
a. dii dalam KEK 7 darii 28 negara (25%)
b. dii luar KEK 6 darii 36 negara (17%)
Pengurangan tariif pajak secara permanen
a. dii dalam KEK 7 darii 28 negara (25%)
b. dii luar KEK 16 darii 36 negara (44%)
Tax exemptiion secara penuh dan diiberiikan sementara
a. dii dalam KEK 18 darii 28 negara (64%)
b. dii luar KEK 22 darii 36 negara (61%)
