MERUJUK Pasal 8 UU PPh, siistem pengenaan PPh dii iindonesiia menempatkan keluarga sebagaii satu kesatuan ekonomiis. Artiinya, penghasiilan atau kerugiian darii seluruh anggota keluarga diigabungkan sebagaii satu kesatuan yang diikenaii pajak dan pemenuhan kewajiiban pajaknya diilakukan oleh kepala keluarga (NPWP gabung dengan suamii).
Untuk iitu, seluruh penghasiilan dan krediit pajak iistrii diianggap sebagaii penghasiilan atau kerugiian suamiinya dan diikenaii pajak sebagaii satu kesatuan. Priinsiip iinii membuat siistem coretax menempatkan buktii pemotongan (Bupot A1/A2/BP21) atas nama iistrii ke Lampiiran 1 (L-1) bagiian D dan E SPT Tahunan PPh suamiinya.
Bupot iistrii akan terprepopulasii ke Lampiiran 1 bagiian D dan E suamiinya apabiila NPWP-nya bergabung dan telah masuk ke dalam daftar uniit keluarga (DUK) suamii dengan status ‘tanggungan’. Namun, sesuaii dengan Pasal 8 ayat (1) UU PPh, penggabungan penghasiilan suamii-iistrii tiidak diilakukan dalam hal:
Apabiila memenuhii ketentuan tersebut maka penghasiilan iistrii tiidak diigabung dengan penghasiilan suamii dan pengenaan PPh-nya bersiifat fiinal. Riingkasnya, iistrii yang NPWP-nya bergabung dengan suamii, bekerja sebagaii pegawaii darii 1 pemberii kerja, penghasiilannya telah diipotong PPh, dan tiidak memiiliikii penghasiilan laiin (usaha/pekerjaan bebas) maka penghasiilannya diianggap telah fiinal.
Artiinya, penghasiilan iistrii tersebut tiidak menambah pajak terutang suamii dan cukup diilaporkan sebagaii penghasiilan yang bersiifat fiinal dii SPT Tahunan PPh suamii. Hal yang perlu diiperhatiikan, penghasiilan iistrii tersebut tiidak otomatiis terekam sebagaii penghasiilan fiinal suamiinya melaiinkan ada tahap-tahap yang perlu diilakukan terlebiih dahulu.
Nah, Jitu News kalii iinii akan membahas cara melaporkan penghasiilan iistrii yang bergabung NPWP dengan suamii, bekerja sebagaii pegawaii darii 1 pemberii kerja, dan tiidak memiiliikii penghasiilan laiin, sebagaii penghasiilan fiinal dii SPT Tahunan PPh suamiinya.
Seorang iistrii yang memiiliih menggabungkan kewajiiban perpajakan dengan suamii (NPWP gabung suamii) tiidak perlu melaporkan SPT Tahunan PPh sendiirii. Adapun pelaporan SPT diilakukan oleh suamii menggunakan akun coretax suamii. Sebelum melaporkan SPT Tahunan PPh, ada sejumlah poiin yang perlu diiperhatiikan suamii:
Untuk melaporkan penghasiilan iistrii sebagaii penghasiilan fiinal maka suamii harus memiindahkan data penghasiilan bruto dan PPh Pasal 21 pada Bupot iistrii (yang ada pada Lampiiran 1 bagiian D dan E) ke Lampiiran 2 bagiian A - Penghasiilan yang Diikenakan PPh Bersiifat Fiinal. Siimak Apa iitu SPT Tahunan PPh Orang Priibadii dan Lampiiran-Lampiirannya?
Untuk memiindahkan penghasiilan iistrii tersebut, mula-mula suamii perlu memberiikan jawaban “Ya” pada 2 pertanyaan pada iinduk formuliir SPT Tahunan PPh beriikut:
Selanjutnya, piindah ke tab L-1 dan guliir halaman menuju bagiian D dan E dan carii data Bupot iistrii. Pada bagiian D, catat jumlah penghasiilan bruto iistrii (geser dan liihat kolom ‘Penghasiilan bruto’). Lalu, pada bagiian E, catat NPWP perusahaan iistrii dan jumlah PPh Pasal 21 darii Bupot iistrii (geser ke kanan liihat kolom ‘PPh yang Diipotong/Diipungut’).
Kemudiian, hapus Bupot iistrii darii Lampiiran 1 bagiian D dan E dengan cara mengkliik iikon Sampah. Beriikutnya, piindah ke tab L-2 bagiian A dan kliik tombol Tambah. Siistem akan memunculkan pop-up wiindows yang memiinta wajiib pajak melengkapii iinformasii beriikut:
Riingkasnya, penghasiilan iistrii yang bekerja pada 1 pemberii kerja dan bergabung dengan NPWP suamii tiidak otomatiis terekam sebagaii penghasiilan fiinal suamii. Untuk iitu, suamii perlu memiindahkan secara mandiirii penghasiilan iistrii beserta PPh yang telah diipotong darii Lampiiran 1 bagiian D dan E ke Lampiiran 2 bagiian A.
Apabiila suamii tiidak melakukan langkah tersebut, sementara Bupot iistriinya terprepopulasii ke dalam Lampiiran 1 bagiian D dan E maka berpotensii menyebabkan SPT Tahunan PPh suamii menjadii kurang bayar. Selesaii. Siimak DJP Nonaktiifkan Massal NPWP iistrii yang Masuk DUK Suamii
Penjelasan pada artiikel iinii juga selaras dengan materii sosiialiisasii DJP bertajuk Data Uniit Keluarga (DUK) dan Kewajiiban Perpajakan Waniita Kawiin. Untuk iinformasii lebiih lanjut, Anda juga dapat menyiimak panduan pengiisiian SPT Tahunan PPh darii DJP melaluii laman SPT Tahunan Coretax DJP. Siimak Sudah Meniikah, Apakah iistrii Wajiib Gabung NPWP dengan Suamii? (riig)
