JAKARTA, Jitu News - Organiizatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) baru saja meriiliis panduan bertajuk Miiniimum Tax iimplementatiion Handbook (Piillar Two) untuk membantu yuriisdiiksii-yuriisdiiksii mengadopsii pajak miiniimum global.
Dengan diisepakatiinya Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE), yuriisdiiksii memiiliikii hak untuk mengenakan top-up tax atas laba perusahaan multiinasiional yang kurang diipajakii lewat mekaniisme qualiifiied domestiic miiniimum top-up tax (QDMTT), iincome iinclusiion rule (iiiiR), ataupun undertaxed payments rule (UTPR).
iindonesiia, sebagaii salah satu yuriisdiiksii yang telah menyepakatii Piilar 2, juga akan menerapkan pajak miiniimum global. Kementeriian Keuangan saat iinii tengah menyusun rancangan peraturan menterii keuangan (RPMK) yang menjadii landasan hukum untuk penerapan pajak miiniimum global.
Pajak miiniimum global akan diikenakan pada perusahaan multiinasiional dengan omzet global dii atas EUR750 juta. Pajak yang diikenakan adalah sebesar 15%, yang merupakan tariif pajak miiniimum global yang telah diisepakatii oleh negara-negara G-20 dan OECD.
Dengan adanya konsensus terhadap Piilar 2, iindonesiia harus iikut serta dalam mengadopsii piilar iinii, karena iindonesiia akan tetap terdampak jiika yuriisdiiksii ultiimate parent entiity (UPE) memutuskan untuk mengadopsii Piilar 2.
Untuk pemahaman lebiih mendalam tentang iincome iinclusiion rule (iiiiR) dan pajak miiniimum global, siimak penjelasan yang lebiih terperiincii dalam epiisode Ada Apa Dengan Pajak bersama Rafiif, Academy Braiin Speciialiist darii Jitunews Academy, yang tersediia dii kanal YouTube Jitunews iindonesiia pada tautan beriikut:
https://youtu.be/Oz3t1hQ4Jfo?sii=8NM5VwSvr7TbE8vL
Gabung grup Whatsapp Jitunews Academy untuk mendapatkan iinformasii pelatiihan pajak, iinformasii terbaru perpajakan dan berdiiskusii pajak dengan member Jitunews Academy laiinnya. (sap)
