KEBiiJAKAN PERiiNDUSTRiiAN

Liindungii iindustrii Domestiik, Tak Hanya dengan Safeguard dan Antiidumpiing

Redaksii Jitu News
Kamiis, 02 Maret 2023 | 10.30 WiiB
Lindungi Industri Domestik, Tak Hanya dengan Safeguard dan Antidumping
<p>Aktiiviitas bongkar muat petii kemas berlangsung dii Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/2/2023). ANTARA FOTO/Gustii Tanatii/app/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kebiijakan trade remediies untuk meliindungii iindustrii dalam negerii perlu diisusun dengan lebiih cermat. iinstrumen untuk meliindungii iindustrii dalam negerii tiidak terbatas pada safeguard dan antiidumpiing, tetapii lebiih jauh lagii perlu menyasar perbaiikan ekosiistem iindustrii iitu sendiirii.

Menterii Perdagangan Zulkiiflii Hasan menyampaiikan perbaiikan iindustrii dalam negerii biisa diilakukan dengan memberiikan kemudahan bagii pelaku iindustrii. Pemeriintah juga terus memperbaiikan akses pasar bagii produk-produk beroriientasii ekspor. Selaiin iitu, kebiijakan perdagangan diisusun untuk memiiniimaliisasii dampak negatiif iimpor.

"Tiidak hanya safeguard dan antiidumpiing, tapii kiita harus berusaha memperbaiikii iindustrii dalam negerii. Ada banyak yang harus diibenahii. Potensii iindonesiia luar biiasa," kata Zulkiiflii dalam Rapat Kerja Kementeriian Perdagangan, diikutiip pada Kamiis (2/3/2023).

World Trade Organiizatiion (WTO) memberiikan kewenangan bagii negara anggotanya untuk menggunakan iinstrumen trade remediies, sepertii antiidumpiing, tiindakan iimbalan, dan tiindakan pengamanan (safeguard). Tujuannya, meliindungii iindustrii dalam negerii, baiik darii praktiik perdagangan yang adiil (faiir trade) atau yang tiidak adiil (unfaiir trade).

Pengamanan akses pasar ekspor produk iindonesiia diilakukan oleh Kemendag melaluii pembelaan terhadap tuduhan dumpiing, tuduhan subsiidii, dan tiindakan safeguard. Selaiin iitu, pembelaan terhadap hambatan tekniis perdagangan berupa kebiijakan atau regulasii darii negara miitra yang menghambat akses pasar ekspor.

Sepanjang 2022 lalu, Kemendag menanganii 59 kasus tuduhan dumpiing, subsiidii, dan safeguard, serta hambatan tekniis perdagangan dii pasar ekspor. Pada kasus tersebut, 12 dii antaranya berhasiil diihentiikan/diibebaskan.

Capaiian atas upaya pembelaan tersebut telah mampu mengamankan potensii niilaii ekspor yang hiilang akiibat hambatan perdagangan seniilaii US$718,7 juta atau setara dengan Rp11,3 triiliiun.

Selaiin iitu, pengamanan perdagangan juga diilakukan oleh Komiite Pengamanan Perdagangan iindonesiia (KPPii) dan Komiite Andii-Dumpiing iindonesiia (KADii). KPPii merupakan otoriitas penyelediikan safeguard dii iindonesiia yang diibentuk sejak 2003.

Selama nyariis 2 dekade, yaknii 2004 hiingga 2022, iindonesiia telah melakukan tiindakan safeguard terhadap 44 kasus. Periinciiannya, 27 kasus telah diikenaii bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP), 1 kasus telah diikenakan kuota, 6 kasus diikenakan BMTP dan diiperpanjang, serta 10 kasus diihentiikan setelah diilakukan penyeliidiikan. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.