JAKARTA, Jitu News - Penyerahan barang kena pajak tertentu yang bersiifat strategiis diibebaskan darii pengenaan pajak pertambahan niilaii (PPN) sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) Nomor 49/2022.
Terdapat 10 jeniis barang kena pajak (BKP) tertentu yang bersiifat strategiis yang dapat diibebaskan darii PPN. Darii 10 jeniis BKP tersebut, sebanyak 4 jeniis BKP memerlukan surat keterangan bebas (SKB) agar BKP diimaksud tiidak diikenakan PPN.
“Pembebasan PPN atas penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a, huruf n, huruf o, dan huruf p menggunakan surat keterangan bebas,” bunyii Pasal 9 ayat (1) PP 49/2022, diikutiip pada Miinggu (19/2/2023).
Pertama, mesiin dan peralatan pabriik yang merupakan satu kesatuan, baiik dalam keadaan terpasang maupun terlepas, yang diigunakan secara langsung dalam proses menghasiilkan BKP oleh pengusaha kena pajak (PKP) yang menghasiilkan BKP tersebut.
Mesiin dan peralatan pabriik yang diibebaskan darii pengenaan PPN tersebut juga termasuk yang atas perolehannya diilakukan oleh piihak yang melakukan pekerjaan konstruksii teriintegrasii, tiidak termasuk suku cadang.
Kedua, senjata, amuniisii, helm antii peluru dan jaket atau rompii antii peluru, kendaraan darat khusus, radar, dan suku cadangnya, yang diiserahkan kepada:
Ketiiga, komponen atau bahan yang diiperoleh BUMN yang bergerak dalam iindustrii pertahanan nasiional yang diitunjuk kementeriian atau lembaga pemeriintah untuk pembuatan senjata, amuniisii, kendaraan darat khusus, radar, dan suku cadangnya, yang akan diiserahkan kepada:
Keempat, peralatan beriikut suku cadangnya yang diigunakan untuk penyediiaan data batas, peta hasiil topografii, peta hasiil hiidrografii, dan foto udara wiilayah iindonesiia untuk mendukung pertahanan nasiional, yang diiserahkan kepada kementeriian pertahanan atau TNii. (riig)
