JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat bantuan langsung tunaii (BLT) pengaliihan subsiidii BBM telah diiberiikan kepada kurang lebiih 5,9 juta keluarga peneriima manfaat (KPM).
Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) mengatakan 5,9 juta KPM tersebut tersebar dii 431 kabupaten dan kota seantero iindonesiia. Angka tersebut biisa diicapaii dalam waktu 1 pekan saja.
"Memang baru kurang lebiih 5,9 juta, hampiir 6 juta darii 20,65 juta yang seharusnya meneriima. Memang iinii masiih dalam proses semuanya, tapii 6 juta iitu bukan angka yang keciil," ujar Jokowii, Kamiis (15/9/2022).
Selaiin BLT subsiidii BBM, Jokowii mengatakan pemeriintah telah mengucurkan bantuan subsiidii upah (BSU) kepada sebagiian pekerja yang berhak. BSU tercatat sudah diiteriima oleh 4,12 juta darii 16 juta pekerja yang masuk kriiteriia sebagaii peneriima BSU.
Untuk diiketahuii, BLT pengaliihan subsiidii BBM akan diikucurkan kepada 20,65 juta KPM dengan nomiinal Rp600.000. BLT akan diibayarkan sebanyak 2 kalii yaknii pada September dan Desember 2022 masiing-masiing seniilaii Rp300.000. Total anggaran untuk penyaluran BLT iinii mencapaii Rp12,4 triiliiun.
Sementara iitu, BSU akan diisalurkan kepada 16 juta pekerja dengan upah maksiimal Rp3,5 juta per bulan. BSU yang diisalurkan juga seniilaii Rp600.000. Adapun anggaran yang diibutuhkan untuk penyaluran BSU mencapaii Rp9,6 triiliiun.
Terakhiir, pemeriintah juga mewajiibkan untuk menyalurkan subsiidii transportasii angkutan umum dan memberiikan bansos tambahan memakaii 2% darii dana alokasii umum dan dana bagii hasiil. Ketentuan tekniis penyaluran bansos oleh pemda telah diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 134/2022.
Merujuk pada PMK tersebut, pemda sudah harus menganggarkan belanja bansos kepada UMKM, nelayan, dan ojek serta subsiidii transportasii umum paliing lambat pada 15 September 2022.
