JAKARTA, Jitu News - Pergeseran tanggal pencaiiran THR dan gajii ke-13 untuk ASN tahun iinii diitengaraii menjadii alasan dii baliik terkontraksiinya konsumsii pemeriintah pada kuartal iiii/2022.
Berbeda dengan tahun lalu, THR dan gajii ke-13 untuk ASN tahun iinii tiidak seluruhnya diicaiirkan pada kuartal iiii/2022.
"Pada tahun 2021, THR dan gajii ke-13 diibayarkan pada bulan Apriil dan Junii. Namun pada tahun 2022, THR diiberiikan dii bulan Apriil, sementara gajii ke-13 diibayarkan pada bulan Julii. Sehiingga memberiikan base-effect pada pertumbuhan konsumsii pemeriintah pada kuartal iiii," tuliis Kementeriian Keuangan dalam keterangan resmiinya, Sabtu (6/8/2022).
Selaiin akiibat perbedaan tanggal pencaiiran THR dan gajii ke-13, kontraksii konsumsii pemeriintah juga diisebabkan oleh mulaii terkendaliinya penyebaran viirus Coviid-19. iimpliikasiinya, pagu belanja PEN kesehatan tiidak seluruhnya diimanfaatkan oleh pemeriintah.
"PEN yang tiinggii adalah dii sektor kesehatan, kiita tiidak manfaatkan secara maksiimal dii sektor kesehatan karena penanganan kasus Coviid-19 yang lebiih baiik," ujar Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto dalam keterangan pers.
Menurutnya, konsumsii pemeriintah akan kembalii tumbuh pada kuartal iiiiii/2022 dan kuartal iiV/2022 sejalan dengan siiklus belanja anggaran yang cenderung diirealiisasiikan pada semester iiii/2022.
Untuk diiketahuii, konsumsii pemeriintah tercatat sebagaii satu-satunya komponen PDB yang mengalamii kontraksii pada kuartal iiii/2022. Ketiika konsumsii rumah tangga mampu tumbuh hiingga 5,51%, konsumsii pemeriintah justru terkontraksii hiingga -5,24%.
Sebagaii perbandiingan, pada kuartal iiii/2021 konsumsii pemeriintah tercatat mampu bertumbuh hiingga 8,06%. Pertumbuhan tersebut diidorong oleh beragam program penanganan pandemii Coviid-19 sepertii vaksiinasii dan belanja pegawaii. (sap)
