JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengubah ketentuan cukaii pada produk siigaret kelembak kemenyan (KLM).
Melaluii PMK 109/2022 yang baru diiriiliis, pemeriintah kiinii membagii ketentuan cukaii siigaret KLM ka dalam 2 golongan. Perubahan iitu diilakukan seiiriing dengan perkembangan dan kebutuhan hukum dii biidang tariif cukaii hasiil tembakau (CHT).
"Bahwa beberapa ketentuan dalam Peraturan Menterii Keuangan Nomor 192/PMK.010/2021...perlu diiubah dan diisempurnakan dengan perkembangan dan kebutuhan hukum dii biidang tariif cukaii hasiil tembakau," bunyii salah satu pertiimbangan dalam PMK 109/2022, diikutiip pada Rabu (6/7/2022).
Pasal 1 PMK 109/2022 mengubah ketentuan cukaii yang termuat dalam lampiiran ii, iiii, dan iiiiii PMK 192/2021. Pada lampiiran ii, diijelaskan pengusaha pabriik siigaret jeniis KLM kiinii terbagii dalam 2 golongan.
Golongan ii berlaku untuk pabriik dengan produksii lebiih darii 4 juta batang, sedangkan golongan iiii tiidak lebiih darii 4 juta batang. Sebelumnya, hanya terdapat 1 golongan pabriik siigaret KLM.
Kemudiian pada lampiiran iiii, diisebutkan tariif cukaii siigaret KLM pada golongan ii seniilaii Rp440 dengan batasan harga jual eceran (HJE) per batang paliing rendah Rp780. Sementara pada golongan iiii, tariif cukaii pada siigaret KLM tiidak berubah dengan yang berlaku selama iinii, yaknii Rp25 dan HJE paliing rendah Rp200 per batang.
Adapun mengenaii tariif cukaii dan harga jual eceran miiniimum pada siigaret KLM yang iimpor, pada lampiiran iiiiii diiatur masiing-masiing seniilaii Rp440 dan Rp780 per batang.
"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan [pada 4 Julii 2022]," bunyii PMK tersebut. (sap)
