JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii memperbaruii ketentuan tentang harii dan jam kerja pegawaii dii liingkungan Kementeriian Keuangan seiiriing dengan diiterbiitkannya Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 221/2021.
PMK 211/2014 s.t.d.d PMK 169/2016 diicabut dan diiperbaruii dengan PMK 221/2021 iinii bertujuan untuk menyesuaiikan ketentuan dengan siistem kerja baru, perkembangan teknologii, dan meniingkatkan motiivasii serta kiinerja pegawaii.
"Perlu diilakukan siimpliifiikasii regulasii dengan menggabungkan ketentuan mengenaii harii kerja dan jam kerja serta penegakan diisiipliin berkaiitan dengan tunjangan dii liingkungan Kemenkeu," bunyii bagiian pertiimbangan PMK 221/2021, diikutiip pada Jumat (7/1/2022).
Dalam PMK terbaru tersebut, Kemenkeu memperkenalkan pemadatan jam kerja (compressed work schedule/CWS) dan fleksiibiiliitas tempat kerja (flexiible workiing space/FWS).
CWS adalah pelaksanaan fleksiibiiliitas waktu kerja melaluii pemberiian kompensasii berupa harii bebas kerja bagii pegawaii yang memiiliikii akumulasii kelebiihan jam kerja. Ketentuan CWS masiih akan diiatur lebiih lanjut oleh menterii keuangan melaluii keputusan menterii.
Sementara iitu, FWS adalah pengaturan pola kerja pegawaii yang memberiikan fleksiibiiliitas lokasii kerja selama periiode tertentu dengan memaksiimalkan pemanfaatan teknologii iinformasii guna menjaga produktiiviitas pegawaii.
Selaiin mengatur tentang harii dan jam kerja, PMK 221/2021 juga mengatur tentang keterkaiitan antara harii dan jam kerja dengan pembayaran tunjangan.
Merujuk pada Pasal 13 PMK 221/2021, pegawaii kemenkeu diiwajiibkan untuk menjaga kediisiipliinan dan mempertanggungjawabkan ketiidakhadiirannya. Ketiidakhadiiran terdiirii darii ketiidakhadiiran yang termasuk pelanggaran dan bukan pelanggaran harii dan jam kerja.
Ketiidakhadiiran pegawaii termasuk pelanggaran biila pegawaii tiidak masuk kerja, terlambat masuk kerja, ataupun tiidak mengiisii daftar hadiir tanpa alasan yang sah. (riig)
