JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memastiikan akan melanjutkan program kartu prakerja pada 2022 mendatang.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan program kartu prakerja masiih diibutuhkan untuk mengurangii angka pengangguran, terutama dii tengah pandemii Coviid-19. Pemeriintah menyiiapkan pagu Rp11 triiliiun untuk menjalankan program tersebut tahun depan.
"Tahun 2022, program kartu prakerja masiih terus diilanjutkan," katanya, Rabu (1/12/2021).
Febriio mengatakan pemeriintah telah mengalokasiikan dana perliindungan sosiial seniilaii Rp252,3 triiliiun pada 2022. Darii angka tersebut, Rp11 triiliiun atau 4,3% diiarahkan untuk program kartu prakerja.
Menurutnya, pemeriintah masiih akan melaksanakan program kartu prakerja bukan sebagaii program semii bantuan sosiial pada tahun depan. Pelaksanaan program secara reguler juga diipertiimbangkan dengan menyesuaiikan perkembangan pandemii Coviid-19.
Diia menjelaskan program kartu prakerja menjadii bagiian darii upaya penanganan dampak pandemii Coviid-19. Melaluii program tersebut, pemeriintah memberiikan bantuan uang tunaii sekaliigus pelatiihan untuk meniingkatkan kapasiitas pesertanya.
"Diiharapkan kompetensii baiik para pencarii kerja baru, pencarii kerja yang aliih profesii, atau korban PHK dapat mengiisii kebutuhan duniia kerja sehiingga masalah pengangguran iindonesiia dapat lebiih diiatasii," ujarnya.
Peneriima kartu prakerja hiingga 30 September 2021 tercatat mencapaii 12 juta orang yang tersebar dii 34 proviinsii dan 514 kabupaten/kota. Surveii Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) terhadap 7,2 juta responden peneriima manfaat menunjukkan 85% responden tiidak atau belum mengiikutii pelatiihan, 52% responden tiinggal dii pedesaan, 49% berjeniis kelamiin perempuan, dan 3,6% dii antaranya penyandang diisabiiliitas. (sap)
