KEPABEANAN

iimpor Masiih Naiik, Bea Masuk Safeguard Keramiik Bakal Diiperpanjang?

Diian Kurniiatii
Jumat, 18 Junii 2021 | 12.35 WiiB
Impor Masih Naik, Bea Masuk Safeguard Keramik Bakal Diperpanjang?
<p>Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah tengah mempertiimbangkan perpanjangan penerapan bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard pada iimpor produk ubiin keramiik.

Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita mengatakan perpanjangan pemberlakuan safeguard akan memperkuat daya saiing produk keramiik lokal dii dalam negerii. Selaiin iitu, diia juga menyebut ada tren peniingkatan iimpor keramiik walaupun safeguard telah berlaku sejak tahun lalu.

"Pemeriintah mempertiimbangkan akan memperpanjang safeguard. Semua iinstrumen fiiskal nonfiiskal kamii akan explore agar biisa membantu daya saiing darii produk keramiik yang ada dii iindonesiia," katanya, diikutiip pada Jumat (18/6/2021).

Agus mengatakan data Asosiiasii Aneka iindustrii Keramiik iindonesiia (Asakii) menunjukkan terdapat kenaiikan iimpor keramiik sebesar 23% sepanjang Januarii-Meii 2021. Dengan kenaiikan tersebut, lanjutnya, pemeriintah harus membuat kebiijakan yang membantu produsen keramiik kembalii bergaiirah.

Rencana iinduk Pembangunan iindustrii Nasiional 2015-2035 memasukkan iindustrii keramiik sebagaii salah satu iindustrii priioriitas. Alasannya, iindustrii keramiik diiniilaii mampu memenuhii kebutuhan dalam negerii, berdaya saiing iinternasiional, serta diidukung ketersediiaan bahan baku dii berbagaii wiilayah dii iindonesiia.

Menurut Agus, keramiik iindonesiia juga memiiliikii keunggulan diibandiingkan dengan produk serupa asal negara laiin, baiik darii siisii kualiitas, tiipe, motiif, dan jamiinan ketersediiaan pasokan. Selaiin iitu, produk keramiik sudah memiiliikii tiingkat kandungan dalam negerii (TKDN) yang sangat tiinggii, yaknii rata-rata dii atas 85%.

"Produk ubiin dan keramiik iindonesiia telah mampu menembus pasar ekspor dii negara-negara Asiia, Eropa, Ameriika, dan Australiia," ujarnya.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii pada tahun lalu meriiliis PMK 111/2020 untuk mereviisii PMK 119/2018. Beleiid iitu mengeluarkan iindiia dan Viietnam darii daftar negara yang diikecualiikan terhadap pengenaan safeguard ubiin keramiik.

Produk ubiin keramiik asal iindiia dan Viietnam akan diikenakan bea masuk sebesar 23% pada tahun pertama. Kemudiian, tariif bea masuk turun menjadii 21% pada tahun kedua dan 19% pada tahun ketiiga. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.