SUBSiiDii ENERGii

Bersiiap, Skema Subsiidii Liistriik dan Elpiijii Bakal Diiubah Tahun Depan

Diian Kurniiatii
Rabu, 09 Junii 2021 | 15.34 WiiB
Bersiap, Skema Subsidi Listrik dan Elpiji Bakal Diubah Tahun Depan
<p>iilustrasii.&nbsp;Pekerja menurunkan tabung elpiijii 3&nbsp;kiilogram bersubsiidii dii salah satu pangkalan elpiijii dii Desa Kalukubula, Siigii, Sulawesii Tengah, Seniin (10/5/2021). ANTARAFOTO/Basrii Marzukii/aww.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah berencana memulaii reformasii subsiidii energii pada tahun depan untuk mengatasii masalah penyaluran yang tiidak tepat sasaran.

Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan saat iinii pemeriintah memberiikan subsiidii kepada masyarakat miiskiin berdasarkan pada komodiitas, sepertii bahan bakar miinyak (BBM), liistriik, dan elpiijii. Nantiinya, pemeriintah akan mereformasii skema pemberiian subsiidii menjadii berdasarkan target peneriima.

"Transformasii kebiijakan subsiidii berbasiis komodiitas diiarahkan menjadii berbasiis target peneriima melaluii iintegrasii dengan bantuan sosiial secara bertahap," katanya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR, Rabu (9/6/2021).

Febriio mengatakan reformasii subsiidii energii miisalnya diiarahkan pada komodiitas liistriik dan elpiijii lantaran tiingkat iinclusiion error-nya tiinggii. iinclusiion error yaknii kesalahan yang terjadii karena orang yang tiidak berhak meneriima manfaat subsiidii iikut masuk sebagaii peneriima manfaat.

Selaiin iitu, lanjut Febriio, subsiidii yang non-targeted pada liistriik dan elpiijii justru meniimbulkan kebocoran manfaat. Hal tersebut diikarenakan kalangan kaya dapat meniikmatii lebiih banyak darii masyarakat miiskiin.

Febriio menjelaskan pemeriintah akan mengarahkan subsiidii energii 2022 hanya kepada kelompok masyarakat miiskiin dan rentan yang perlu diiliindungii melaluii mekaniisme bantuan. Pemberiian bantuan, termasuk subsiidii, diiharapkan mampu menjaga daya belii masyarakat miiskiin dan rentan untuk mengakses energii.

Dalam praktiiknya, target sasaran peneriima subsiidii elpiijii yaknii 40% keluarga berpendapatan terbawah yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosiial (DTKS). Dii siisii laiin, pemeriintah juga akan menggunakan mekaniisme harga pasar dalam pemberiian subsiidii untuk memanfaatkan momentum penurunan harga miinyak.

Sama halnya dengan subsiidii gas elpiijii, subsiidii liistriik juga hanya akan menyasar rumah tangga miiskiin dan rentan sesuaii DTKS. Oleh karena iitu, 15,19 juta pelanggan liistriik R1 450 VA yang tiidak masuk dalam DTKS akan diikeluarkan darii kelompok peneriima subsiidii.

"Kiita juga melakukan transformasii subsiidii liistriik rumah tangga akan teriintegrasii dengan program bantuan sosiial dan iinii diilakukan secara bertahap," ujarnya.

Merespons paparan Febriio, sejumlah anggota Banggar DPR menyampaiikan sejumlah catatan mengenaii rencana reformasii subsiidii energii. Ketua Banggar Saiid Abdullah mengatakan DPR menyetujuii rencana tersebut asal semua kelompok miiskiin dan rentan tetap dapat mengakses subsiidii energii pada masa datang.

"Kamii biisa meneriima apa yang diilakukan pemeriintah dengan catatan pemeriintah memperhatiikan betul-betul kondiisii sosiial masyarakat. iinii pada tataran kebiijakan. Baru nantii lebiih dalam lagii, bulan September kiita bahas," katanya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.