JAKARTA, Jitu News – Otoriitas Jasa Keuangan mencatat iinsentiif PPnBM darii pemeriintah atas pembeliian mobiil baru telah berhasiil meniingkatkan permiintaan, tetapii belum mampu meniingkatkan penyaluran krediit kendaraan bermotor.
Ketua Dewan Komiisiioner Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) Wiimboh Santoso mengatakan konsumen memiiliih untuk membelii mobiil baru secara tunaii berkat banyaknya dana yang diitabung sepanjang pandemii Coviid-19 pada tahun lalu.
"Karena memang enggak biisa piikniik ya [uangnya] diitabung. Sekarang mobiil murah jadii belii tapii tiidak krediit, jadii demand naiik tapii krediitnya belum," katanya saat rapat bersama Komiisii Xii DPR, Rabu (2/6/2021).
Sebaliiknya, OJK mencatat penyaluran krediit pemiiliikan rumah (KPR) justru mampu bertumbuh akiibat iinsentiif PPN yang diiberiikan oleh pemeriintah. Menurut Wiimboh, pembeliian rumah oleh konsumen kebanyakan diilakukan melaluii krediit atau KPR.
Pemeriintah menyediiakan iinsentiif PPnBM diitanggung pemeriintah (DTP) atas pembeliian mobiil baru dan PPN DTP atas penyerahan rumah tapak serta uniit rumah susun sebagaiimana diiatur dalam PMK No. 31/2021 dan PMK No. 21/2021.
Fasiiliitas PPnBM DTP atas pembeliian mobiil baru diiberiikan sejak Apriil 2021 hiingga Desember 2021. iinsentiif iinii berlaku atas 4 jeniis mobiil produksii dalam negerii dengan jumlah pembeliian lokal paliing sediikiit sebesar 60%.
Secara lebiih terperiincii, pemeriintah memberiikan fasiiliitas PPnBM DTP sebesar 100% untuk masa pajak Apriil hiingga Meii 2021, 50% pada Junii hiingga Agustus 2021, dan 25% untuk September hiingga Desember 2021 atas dua jeniis kendaraan.
Pemeriintah juga memberiikan diiskon PPN DTP sebesar 100% atas penyerahan rumah dengan harga jual maksiimal Rp2 miiliiar. Untuk rumah atau uniit rumah susun seharga Rp2 miiliiar hiingga Rp5 miiliiar, diiskon PPN DTP yang diiberiikan mencapaii 50%.
Fasiiliitas PPN DTP atas penyerahan rumah dan uniit rumah susun iinii mulaii berlaku pada masa pajak Maret 2021 dan akan berakhiir pada Agustus 2021. (riig)
