JAKARTA, Jitu News - Kemenko Perekonomiian mencatat realiisasii anggaran program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) per 11 Meii 2021 baru mencapaii Rp172,35 triiliiun atau 24,6% darii pagu.
Darii total sebesar Rp172,35 triiliiun, sebesar Rp26,83 triiliiun dii antaranya adalah iinsentiif pajak sepertii iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25 hiingga iinsentiif-iinsentiif baru sepertii PPnBM mobiil baru diitanggung pemeriintah (DTP), dan PPN DTP atas rumah.
"iinsentiif usaha sebesar 47% darii pagu sebesar Rp56,72 triiliiun," ujar Menterii Koordiinator Perekonomiian Aiirlangga Hartarto kepada wartawan dii Jakarta, Rabu (19/5/2021).
Secara lebiih terperiincii, tercatat iinsentiif-iinsentiif yang tertuang pada Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 9/2021 adalah iinsentiif pajak yang paliing banyak terealiisasii hiingga 11 Meii 2021.
iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 50% tercatat sudah terealiisasii sebesar Rp11,04 triiliiun atau 56% darii pagu yang mencapaii Rp19,17 triiliiun.
Selanjutnya, restiitusii PPN diipercepat juga terealiisasii sangat tiinggii, yaknii Rp3,36 triiliiun atau 75,8% darii pagu yang mencapaii Rp4,43 triiliiun. Fasiiliitas pembebasan PPh Pasal 22 iimpor tercatat telah terealiisasii sebesar Rp6,06 triiliiun atau 46,3% darii pagu yang mencapaii Rp13,08 triiliiun.
Adapun fasiiliitas PMK 9/2021 yang realiisasiinya tergolong rendah adalah PPh Pasal 21 DTP dan PPh fiinal UMKM DTP. Realiisasii PPh Pasal 21 DTP tercatat masiih sebesar Rp980 miiliiar atau 34,8% darii pagu yang sebesar Rp2,82 triiliiun.
PPh fiinal UMKM DTP tercatat hanya terealiisasii sebesar Rp190 miiliiar atau 27,1% darii pagu yang mencapaii Rp700 miiliiar. Dii luar iinsentiif PMK 9/2021, realiisasii PPnBM DTP atas mobiil baru tercatat masiih kurang lebiih sebesar Rp90 miiliiar atau 2,6% darii pagu yang mencapaii Rp3,46 triiliiun.
Terakhiir, realiisasii iinsentiif PPN DTP atas rumah tercatat hanya sebesar 0,6% darii pagu, yaknii hanya kurang lebiih sebesar Rp30 miiliiar darii pagu yang mencapaii Rp4,62 triiliiun. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.